Pelita Hati: 16.12.2019 – Menyandarkan Harapan Kepada-Nya

0
421 views

Bacaan Matius 21:23-27

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Sahabat pelita hati,

PERTANYAAN Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi menimbulkan dilema  bahkan seperti buah simalakama. Jika menjawab jujur bahwa baptisan Yohanes berasal dari sorga tentu akan mengungkap kemunafikan mereka. Sedangkan menyangkal kebenaran dengan mengatakan bahwa baptisan Yohanes berasal dari manusia akan membahayakan keselamatan mereka (Lukas 20:6). Akhirnya imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi itu pun berusaha menghindari masalah dengan berkata dusta, mereka menjawab tidak tahu walau sebenarnya tahu. 

Sahabat terkasih,

Tuhan Yesus pun akhirnya memutuskan untuk tidak mengatakan kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dengan kuasa mana Dia bekerja. Tuhan tak perlu bicara apa-apa karena para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi itu tidak menghiraukan pengajaran-Nya dan tak percaya kepada-Nya. Untuk apa harus menjawabnya? Mereka pada dasarnya menolak Tuhan. Karenanya mereka tak mau percaya kepada Yesus dan mempermasalahkan kuasa-Nya dan siapa yang memberikan kuasa tersebut kepada-Nya. Semoga kita dijauhkan dari sikap para tua-tua Yahudi itu dan selalu menyandarkan harapan kita hanya kepada-Nya.

Jika tak ingin jadi sahabat,
cukuplah menjadi teman.
Masa adven adalah masa tobat,
untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan.

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang.

Berkah Dalem ** Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here