Pelita Hati: 25.06.2019 – Melewati Pintu Kehidupan yang Sempit

0
509 views

Bacaan Matius 7:6.12-14

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. (Mat.7:12-14)

Sahabat pelita hati,

KINI Tuhan berbicara tentang pintu menuju kehidupan yang sempit dan sesak.  Sebaliknya Ia mengingatkan bahwa lebarlah pintu menuju kebinasaan. Dengan kata lain, Tuhan mengingatkan bahwa jalan menuju kebaikan dan keutamaan itu tidak mudah. Sangat sempit dan sesak. Karenanya kita harus berjuang dengan sekuat tenaga melewati pintu itu.

Sahabat terkasih,

Ada serangkaian tuntutan yang harus dipenuhi oleh pengikut Yesus atau orang-orang yang ingin mengikuti-Nya. Salah satunya adalah jika kita ingin orang lain berbuat baik kepada kita, kita harus berani mendahuluinya alias lebih dahulu menebar dan menanam kebaikan kepada sesama. Jika kita ingin dihargai orang lain maka kita harus terlebih dahulu menghargai dan menghormatinya. Inilah hukum alam yang harus disadari dan dipenuhi. Sadar atau tidak, dalam diri kita sering ada kecenderungan untuk menuntut orang lain agar berbuat sesuatu atau melakukan kebaikan. Hal ini amatlah wajar. Menjadi tidak wajar jika kita selalu menuntut orang lain sedangkan kita sendiri tak berbuat apa-apa. Mari bertanya diri: apakah aku cenderung lebih banyak menuntut orang lain  (pasangan hidup, anggota keluarga, umat atau rekan rekan kerja) seperti yang kita mau? Apakah aku telah berinisiatif mendahului melakukan kebaikan kepada mereka? Semoga dalam kondisi dan situasi apa pun kita tetap memperjuangkan kebaikan dan mendahului menebarkan kebaikan itu. Jika demikian kita sejatinya sedang ada di jalan menuju keutaman dan kehidupan. Semoga kita sungguh-sungguh telah memperjuangkannya.

Jika pergi memancing ikan,
jangan lupa membawa umpan.
Berjuanglah melewati pintu kebaikan,
agar memperoleh kehidupan.

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here