Percik Inspirasi : Mukjizat-Mukjizat St. Fransiskus Xaverius

0
218 views

Selasa, 3 Desember 2019
Pesta St. Fransiskus Xaverius, pelindung misi
Bacaan : Mrk 16: 15-20

“Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja” (Mrk 16:20)

Sdri/a ku ytk.,

HARI ini, 3 Desember Gereja merayakan Pesta St. Fransiskus Xaverius (1506-1552), pelindung misi. Di Roma, ada relikwi lengan tangan dari St. Fransiskus Xaverius. Relikwi itu ditahtakan di gereja Yesus (Chiesa de Gesu), di dekat Monumen Nasional Italia. Di dalam gereja itu juga ada makam St. Ignatius Loyola.

Dalam sebuah suratnya kepada Ignasius pada tanggal 15 Januari 1544, Fransiskus menulis: “Lenganku sering terasa sangat letih dan sakit karena membaptis begitu banyak orang dan mengajari mereka kewajiban-kewajiban iman Kristiani dalam bahasa mereka.“

Tuhan melakukan banyak mukjizat penyembuhan melalui St. Fransiskus. Di Malaka, misalnya, ia membangkitkan kembali seorang gadis muda yang tidak saja sudah mati, tetapi sudah dikubur selama tiga hari. Ibu dari anak tersebut datang kepada St. Fransiskus dan dengan penuh keyakinan akan kuasa Allah ia memohon padanya untuk menghidupkan kembali anaknya. 

Kagum akan iman ibu tersebut yang baru saja mengimani Kristus, St. Fransiskus mendengarkan permohonannya. Ia menoleh kepada ibu ini, meyakinkannya bahwa anaknya hidup, dan menyuruhnya pergi ke kuburan untuk membuka kuburnya. Ibu itupun pergi dan melakukan apa yang diperintahkan St. Fransiskus. Dan, ia menemukan bahwa anaknya sungguh hidup! 

Mukjizat lain terjadi pada Antonio Fernandez, seorang pemuda berusia sekitar 15-18 tahun. Dia sakit keras. Ibunya seorang Jawa dan ayahnya seorang Portugis. Keduanya sudah putus harapan akan kesembuhan anaknya. Tanpa seijin ayahnya, ibunya membawa anak tersebut ke seorang wanita. Wanita ini mengikatkan tali di tangan anak tersebut dan menjanjikan kesembuhan, tetapi tidak ada hasilnya. Sebaliknya, anak tersebut menjadi kejang-kejang dan tidak bisa bicara. Selama tiga hari anak tersebut tidak bicara dan tidak makan. 

Ibunya dengan menangis memohon untuk memanggil St. Fransiskus dan segera ia pun datang. Begitu St. Fransiskus datang, pemuda yang berbaring kaku seperti kayu itu tiba-tiba bangkit dengan penuh amarah. Santo ini meliriknya dan ini cukup baginya untuk meyakinkan bahwa pemberontakan ini dari roh-roh jahat. Ia menyentuh pemuda yang meracau ini dengan salibnya. Ketika disentuh, pemuda ini bahkan lebih kejang-kejang lagi. Ia menyeringai menakutkan dan meludahi St. Fransiskus. 

St. Fransiskus berlutut, membacakan kisah sengsara Kristus dari Kitab Suci, dan berdoa. Setelah selesai ia berdoa, pemuda ini pun sudah tenang. St. Fransiskus menyuruh orang tuanya untuk memberinya makan dan menyuruh mereka untuk berjanji membawanya ke Kapel Our Lady of the Hill selama sembilan hari berturut-turut segera setelah ia pulih. Tengah malam pemuda tersebut bangun, dan telah terbebas dari gangguan roh jahat. Esok harinya ia dibawa ke kapel dan St. Fransiskus memberikan misa untuknya. Pemuda tersebut tidak pernah kerasukan lagi selama hidupnya.

Sebagaimana sabda Tuhan hari ini, Fransiskus menghayati amanat perutusan dari Yesus untuk bermisi. 

Ia menjadi imam yang energik, penuh semangat, bahkan diangkat sebagai pelindung karya misi Gereja. Sebagai seorang “pendekar” karya misi, ia mendirikan pusat-pusat katekumenat dan sekolah-sekolah, dan berusaha mendidik imam-imam pribumi di setiap tempat yang ia kunjungi. Demi keberhasilan karyanya ia dengan tekun mempelajari bahasa daerah.

Fransiskus Xaverius wafat, hampir-hampir tanpa ditemani siapa pun, pada tahun 1552 di sebuah pulau di pesisir Cina. Usianya baru 46 tahun. Dia dinyatakan kudus oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Ia dikanonisasi bersama para kudus yang hebat lainnya dalam suatu upacara kanonisasi di Roma, yaitu Ignatius dari Loyola, Theresia dari Avila, Filipus Neri dan Isidorus si Petani.

Santo Fransiskus Xaverius, doakanlah kami.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan

Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here