Home BERITA Universitas Sanata Dharma Buka Program Doktor Teolog, Perkuat Pengembangan Teologi Kontekstual di...

Universitas Sanata Dharma Buka Program Doktor Teolog, Perkuat Pengembangan Teologi Kontekstual di Indonesia dan Asia

0
45 views
Penyerahan dokumen peresmian pembukaan Program Doktor Teologi oleh Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Drs. Suparman kepada Rektor Universitas Sanata Dharma Romo Bagus Laksana SJ di kampus FTW USD 22 Juli 2026. (FTW USD)

PERISTIWA Penyerahan Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Studi Doktor Teologi oleh Suparman selaku Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia pada tanggal 22 Juli 2026 menjadi tonggak penting bagi Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (USD) dan Fakultas Teologi Wedabhakti sebagai Fakultas Teologi Kepausan.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas dibukanya program doktor, tetapi juga menegaskan kembali pengutusan kedua fakultas untuk berkontribusi dalam pengembangan Gereja yang membumi serta masyarakat yang semakin menjunjung martabat manusia.

Pengutusan itu berangkat dari kesadaran bahwa Indonesia dan Asia merupakan kawasan yang sangat beragam, dengan ribuan pulau, ratusan bahasa, serta berbagai tradisi budaya dan agama. Di tengah keberagaman tersebut, masyarakat juga menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, kerusakan lingkungan, hingga derasnya arus informasi di era digital.

Karena itu, refleksi teologis dinilai perlu berangkat dari realitas konkret yang dihadapi masyarakat sehingga mampu menghadirkan iman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari umat.

Penyerahan dokumen peresmian program doktoral teologi di Fakultas Teologi Kepausan Wedabhakti Universitas Sanata Dharma. Arah jaru jam: Dirjen Bimas Katolik Suparman, Rektor USD Romo Bagus Laksana SJ, Vikjen KAS Romo Sugiyana Pr, dan prosesi pemukulan gong oleh Dijren Bimas Katolik Suparman ditemani Direktur Urusan Pendidikan Katolik Albertus Triyatmojo. (FTW USD)

Fakultas Teologi USD juga menegaskan bahwa Allah telah berkarya dalam budaya-budaya lokal jauh sebelum hadirnya agama Kristen. Oleh sebab itu, pengembangan teologi perlu dibangun melalui dialog dengan agama-agama lain seperti Islam, Hindu, Buddha, dan Konghucu, sekaligus menghidupi nilai-nilai Pancasila dan semangat gotong royong.

Dengan pendekatan tersebut, Gereja diharapkan semakin akrab dengan masyarakat serta bertumbuh dari konteks sosial dan budaya Indonesia sendiri.

Di sisi lain, tantangan zaman terus berkembang. Dunia digital, perubahan iklim, kesehatan mental, migrasi, hingga persoalan etika Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi isu-isu yang membutuhkan refleksi iman yang lebih luas dan mendalam.

Karena itu, pengembangan teologi tidak cukup hanya bertumpu pada kajian Kitab Suci dan tradisi Gereja, tetapi juga perlu berdialog dengan berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, sosiologi, ilmu komunikasi, dan sains agar mampu memberikan jawaban yang relevan bagi kehidupan umat.

Melalui Program Studi Doktor Teologi yang baru dibuka, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teologi yang kontekstual, berakar pada budaya lokal, serta terbuka terhadap dialog lintas ilmu dan lintas iman.

Komitmen tersebut diharapkan melahirkan para doktor teologi yang mampu menjadi jembatan antara iman dan budaya, tradisi Gereja dan tantangan zaman, sekaligus melanjutkan panggilan historis fakultas dalam melayani, mencerdaskan, dan memerdekakan kehidupan manusia secara utuh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo