Home BERITA Jejak Sabda 25 Juli 2026: Jabatan adalah Amanah, Bukan Warisan

Jejak Sabda 25 Juli 2026: Jabatan adalah Amanah, Bukan Warisan

0
178 views
Harta warisan. (Ist)

Matius 20:20–28

ADA sebuah kisah yang membekas di hati saya.

Seorang ayah yang telah lanjut usia mengumpulkan anak-anaknya untuk membicarakan warisan. Semua orang mengira kebun miliknya akan diserahkan kepada anak sulung, karena dialah pewaris keluarga.

Namun, di luar dugaan, sang ayah justru mempercayakan pengelolaan kebun itu kepada seorang pemuda yang selama bertahun-tahun setia merawatnya. Ia bekerja dengan tekun, menyiram tanaman, menjaga pohon-pohon, dan tidak pernah mengeluh.

Anak sulungnya kecewa. Ia bertanya, “Mengapa bukan aku? Bukankah aku anakmu?”

Sang ayah menjawab dengan tenang, “Kebun ini bukan hadiah karena hubungan darah. Kebun ini adalah titipan yang harus dijaga. Karena itu, yang layak mengelolanya adalah orang yang mampu merawatnya dengan setia.”

Sabda Yesus hari ini mengajarkan hal yang sama:

“Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.”

Di hadapan Allah, kebesaran tidak diukur dari kedudukan atau kedekatan dengan penguasa, melainkan dari kesediaan untuk melayani.

Karena itu, jabatan bukanlah hak yang diwariskan kepada keluarga atau orang terdekat. Jabatan adalah amanah yang dipercayakan demi kebaikan bersama.

Nepotisme muncul ketika hubungan keluarga lebih diutamakan daripada keadilan dan kemampuan. Padahal Allah tidak memandang asal-usul seseorang. Ia melihat hati yang setia, jujur, dan bertanggung jawab.

Bagaimana dengan diriku?

Ketika saya diberi kepercayaan untuk memilih atau memberi tanggung jawab kepada orang lain, apakah saya mengutamakan kedekatan pribadi, atau memilih dengan adil demi kebaikan bersama?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

google-site-verification=jpln5xVmufbwJmayIrbtlWORBr1tB6si7D2up9wsjmo