Brasil: Gereja-gereja Buka Pintu bagi Ribuan Pengungsi Banjir

0
85 views
Banjir besar melanda kawasan Amazon barat di Brasil by Mongabay.

BENCANA Banjir tidak hanya terjadi di Ibukota negara kita, Jakarta. Atau banjir tidak hanya melanda Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

Tetapi banjir juga melanda negeri Brazil. Simak laporan di bawah ini.

Gereja-gereja membuka pintu di wilayah Amazon barat Brasil, setelah banjir berhari-hari menyebabkan ribuan keluarga mengungsi. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal di Amazon barat, setelah hujan lebat menyebabkan banjir parah di seluruh negara bagian Acre, Brasil.

Di saat yang sudah kritis karena pandemi Covid-19, yang paling terpukul adalah orang miskin yang tinggal di tepian sungai.

Kasus ini terjadi di masyarakat Sena Madureira, kota di dekat Sungai Iaco. Terletak sekitar 145 Km dari Ibukota Rio Branco, Sena adalah kota terpadat ketiga di Acre, setelah Rio Branco dan Cruzeiro do Sul.

Solidaritas Gereja

Di Sena Madureira, banjir telah berdampak terhadap 17 ribu orang. Dari jumlah tersebut, empat ribu sudah ditampung di fasilitas resepsi umum seperti lapangan olahraga dan sekolah.

Gereja Katolik telah bergabung dalam mobilisasi solidaritas dan menyambut keluarga-keluarga.

Pastor Moisés de Oliveira Coelho dari Ordo Hamba Maria, dan pastor Paroki Nossa Senhora da Conceição, berbicara kepada Vatican News.

Mereka menjelaskan, “Kami memiliki beberapa kapel yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara, seperti Kapel Nossa Senhora Aparecida, Kapel São Sebastião dan Kapel Santa Cruz, Kapel lain juga ditempati barang-barang yang berhasil dikumpulkan bagi keluarga yang membutuhkan bantuan.”

Gereja juga bekerja mengumpulkan sumbangan bagi mereka yang kehilangan segalanya.

Pastor Moisés menjelaskan bahwa inilah mengapa Ação Bom Samaritano (Aksi Orang Samaria yang Baik) diluncurkan: kampanye solidaritas yang dipromosikan bekerja sama dengan pemerintah lokal.

Ia mengatakan bahwa paroki mengumpulkan makanan, sepatu, pakaian, kebersihan pribadi dan produk pembersih.

“Kami menerima sumbangan dari umat beriman kami, dari orang-orang yang berniat baik dan kami menyiapkan paket makanan dan kemudian mendistribusikannya ke tempat-tempat penampungan,” tutur Pastor Moisés.

Melihat ke depan
Solidaritas Gereja Lokal tidak berhenti pada keadaan darurat saat ini, tetapi juga melihat setelahnya, ketika orang-orang harus kembali ke rumah.

Untuk alasan ini, Pastor Moisés mengatakan bahwa mereka mengesampingkan uang sumbangan.

“Kami telah membuka rekening, sehingga setelah banjir usai, kami akan dapat membantu keluarga membeli produk pembersih, perlengkapan kebersihan pribadi, dan kebutuhan pokok. Ini masih tanda kecil dibandingkan dengan besarnya apa yang terjadi, tetapi itu cukup dan perlu dan akan meningkat seiring bertambahnya donasi.

Jadi, kami bergantung pada donasi untuk dapat melakukan perbuatan baik ini dan itulah sebabnya kami selalu mengandalkan bantuan dan kolaborasi dari semua orang saat ini,” kata Pastor Moisés.

Krisis di Acre

Banjir sungai regional di Negara Bagian Acre juga menimbulkan masalah di Ibukota Rio Branco, di Cruzeiro do Sul dan di kotamadya Tarauacá, Feijó, Santa Rosa do Purus dan Rodrigues Alves.

Untuk menghadapi keadaan darurat, semua lembaga publik bersiaga penuh dan memberikan pertolongan kepada penduduk yang berisiko.

Otoritas negara telah menciptakan 23 tempat penampungan sementara bagi para pengungsi dan akhir pekan lalu mereka mendistribusikan lebih dari 500 paket makanan kepada penduduk.

Secara keseluruhan, sekitar 120.000 orang telag terdampak. Lebih dari 32 ribu keluarga telah hancur akibat peristiwa cuaca ekstrem ini.

Kondisi kesehatan di Acre juga sangat kritis karena pandemi Covid-19, epidemi demam berdarah dan malaria. Baik infeksi maupun rawat inap meningkat, membuat rumah sakit berada di bawah tekanan besar.

Sumber: Vatican News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here