Herodes Terserang Cemas

0
78 views
Ilustrasi: Cemas by Ist

Puncta 22.09.22
Kamis Biasa XXV
Lukas 9: 7-9

SETIAP orang pernah mengalami gangguan kecemasan atau ansietas. Gangguan ini tidak kenal umur, status sosial, atau jenis kelamin. Siapa saja bisa alami ansietas.

Gangguan ini ditandai dengan perubahan fisik yang cukup kentara, misalnya badan lemas, nyeri otot, atau gangguan pencernaan. Kecemasan juga bisa mengubah perilaku seseorang, contohnya mudah gelisah dan susah tidur.

Orang yang terkena ansietas tidak jarang mudah teringat trauma-trauma masa lalu. Kenangan buruk masa lalu sering menghantui pikiran dan menimbulkan kecemasan dan ketakutan.

Setiap kali pulang lembur kerja, seorang suami sangat ketakutan ketika melihat isterinya sedang mengasah pisau dapur. Ia sangat cemas dan tidak bisa tidur.

Orang merasa cemas itu normal, wajar apalagi kalau menghadapi situasi hidup dan mati, misalnya ujian pendadaran.

Namun orang yang terkena ansietas akan merasa sangat kawatir kendati berada dalam kondisi normal. Intensitas kecemasan itulah yang menandai seseorang mengalami gejala ansietas.

Kemunculan Yesus di tengah publik menimbulkan kecemasan bagi Herodes. Ia mendengar segala yang terjadi tentang Yesus dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa, Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.

Herodes berkata, “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?”

Herodes teringat kembali ketika dia memerintahkan algojo memenggal kepala Yohanes karena permintaan puteri Herodias.

Di satu sisi Herodes segan terhadap Yohanes karena orang ini baik dan dianggap sebagai nabi bagi orang Israel.

Di sisi lain dia tidak berani membatalkan sumpahnya di hadapan para tamu-tamu penting saat pesta di istananya.

Dalam kegundahannya Herodes akhirnya melakukan tindakan tragis dengan menghilangkan nyawa orang tidak bersalah.

Pengalaman traumatis inilah yang selalu muncul dalam diri Herodes. Maka ketika Yesus hadir dan berkarya seperti misi Yohanes, Herodes mengalami kecemasan dan ketakutan; jangan-jangan Yohanes hidup kembali dan hendak menuntut balas kepadanya.

Apakah anda mengalami kecemasan yang berlebihan? Mendengar bel rumah berbunyi rasanya seperti didatangi preman penagih hutang.

Dering HP menyala bikin cemas seperti dikejar-kejar polisi. Mendengar suara sirine meraung-raung membikin keringat dingin bercucuran.

Herodes tidak mampu mengatasi kecemasannya. Kehadiran Yesus menghantui pikirannya dan mengingatkan kenangan buruk atas kematian Yohanes.

Dia harus pergi memeriksakan diri ke dokter atau psikiater supaya bisa sembuh dari ansietasnya itu.

Maukah anda sembuh dari segala kecemasan dan ketakutan? Yesuslah sang penyembuh sejati. Dia bersabda, “Aku datang bukan untuk orang sehat, melainkan orang sakit.”

Marilah kita datang dan percaya kepada-Nya.

Naik ke puncak gunung Merbabu,
Mendaki jalan sempit berliku-liku.
Janganlah kita bimbang dan ragu,
Mari datang pada Yesus Sang Guru.

Cawas, jangan cemas dan jangan takut…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here