Mat 13: 24-43
SAYA pernah menanam pohon mangga di halaman rumah.
Ketika pohon itu masih kecil, angin kencang sering membuat batangnya hampir patah. Kambing-kambing juga beberapa kali memakan daunnya.
Tetangga sering berkata, “Sudahlah, pohon itu tidak akan tumbuh.”
Namun saya tetap merawatnya setiap hari. Saya memberi penyangga, menyiramnya, dan melindunginya.
Bertahun-tahun kemudian, pohon itu tumbuh besar dan menghasilkan buah yang manis.
Kebaikan dalam hidup kita juga seperti pohon kecil itu. Ia harus diperjuangkan. Tidak cukup hanya memiliki niat baik; kita juga harus setia merawatnya ketika diterpa berbagai ancaman.
Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.”
Yesus mengibaratkan Kerajaan Surga seperti biji sesawi. Benih itu sangat kecil, hampir tidak menarik perhatian. Namun ketika ditanam dan dirawat, ia bertumbuh menjadi pohon yang memberi tempat berteduh bagi burung-burung.
Yesus ingin mengajarkan bahwa karya Allah sering kali dimulai dari hal-hal yang sederhana.
Demikian pula dalam hidup kita. Sebuah senyuman kepada orang yang sedang terluka, kesediaan mengampuni, doa yang dipanjatkan setiap hari, kesabaran mendampingi anggota keluarga, kejujuran saat tidak ada yang melihat, atau kesetiaan menjalankan tugas yang sederhana,;semuanya mungkin tampak seperti “biji sesawi”.
Kecil, bahkan mudah diabaikan. Namun di tangan Tuhan, benih-benih kecil itu dapat bertumbuh menjadi berkat bagi banyak orang.
Kerajaan Allah juga bertumbuh seperti itu. Tuhan tidak meminta kita melakukan hal-hal yang luar biasa menurut ukuran dunia.
Tuhan mengundang kita untuk setia menanam benih-benih kasih setiap hari. Tugas kita adalah menabur dengan setia; Tuhanlah yang memberi pertumbuhan.
Bagaimana dengan diriku?
Apakah saya mudah menyerah karena tidak segera melihat hasil dari usaha dan pelayanan saya?










































