Lentera Keluarga – Nabi Kesetiaan Allah

0
153 views

Tahun A-2. Minggu Biasa XIV

Senin,  6 Juli 2020. 

Bacaan:  Hos 2:13.14b-15.18-19; Mzm 145:2-3.4-5.6-7.8-9; Mat 9:18-26.

Renungan: 

HOSEA adalah nabi kesetiaan Allah. Ia menggambarkan kesetiaan Allah melalui perkawinannya dengan Gomer, bukan wanita baik-baik (lih. Hos 1:2-3). Dari perkawinannya lahir beberapa anak dengan nama-nama yang khas. Gomer adalah isteri yang tidak setia hidup perkawinan. Ia kembali kepada hidup lama. Namun Allah meminta Hosea untuk menerima kembali Gomer.

Sikap Hosea ini menunjukkan keputusan Allah yang memilih Isreal, bangsa yang rapuh, sebagai pasangan hidupNya “Aku akan menjadikan isteriKu untuk selama-lamanya, dan akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal Tuhan.” Namun kembali lagi, Allah berkali-kali kecewa atas ketidaksetiaan Isreal: atas penyembahan berhala dan hidup bersama yang tidak bermoral, sampai hancur sendiri. Namun Allah tetap membantu Isreal pulih dan tetap memilih Israel sebagao pasangan hidup. 

Ada dua hal yang dapat kita pilih untuk kita renungkan. 

Pertama, Tidak mudah memutuskan untuk hidup dengan pasangan yang mempunyai latar belakang keluarga yang mengalami tragedi perkawinan-hidup berkeluarga.; apalagi pribadi yang “dulu” bukan orang baik-baik. Orang berpikir bibit, bobot dan bebet. Benar bahwa “saya sudah berubah, saya bukan masa lalunya lagi”. Namun benarkan persoalan-persoalan masa lalu itu sudah selesai dalam diri kita? Kadang kita berpikir “cinta itu akan mengubah”. Setiap orang berhak untuk menikah dan mempunyai impian perkawinan yang baik, namun kita perlu sadar bahwa persoalan-persoalan masa lalu yang tidak selesai sebelum perkawinan akan menjadi “beban” perkawinan. Jika kita sungguh-sungguh mau hidup dalam cinta dan perkawinan yang baik, maka penting bagi kita untuk berdamai dengan masa lalu dan menyelesaikan beban-beban masa lalu kita. 

Kedua, ketidaksetiaan dalam tataran apapun itu menyakitkan hati orang yang mengasihi. Kita bisa menuntut kesetiaan, tetapi kita tidak dapat menjamin kesetiaan pasangan kita dengan mengingatnya dan mengawasi hidupnya, pekerjaannya, gawainya setiap hari. Kesetiaan adalah sebuah keputusan untuk hidup hanya untuk satu, dan mengambil keputusan bersama. Kesetiaan dibangun dengan kepercayaan dan cinta yang total. Ada banyak alasan bagi orang untuk menjadikan ketidaksetiaan sebagai “pelarian/alasan” dari relasi perkawinan yang buruk, bahkan dengan alasan bahwa “ia yang memulai lebih dahulu”.  Hal buruk tidak dapat dijawab dengan hal yang lebih buruk lagi. Benar terasa tidak adil, ketika satu hidup dalam kesetiaan, dan yang satu hidup dalam ketidaksetiaan. 

Jalan yang mau disampaikan Allah atas ketidaksetiaan itu sulit, tetapi itulah jalan kasih : yaitu jalan penyembuhan dan rekonsiliasi. Menerima tanpa menyembuhkan itu akan membuat kita mengulang kesalahan yang sama. Menyembuhkan tanpa menerima juga akan membawa kita pada sebuah cinta yang bersyarat. Setiap pasangan perlu penyembuhan dan rekonsiliasi untuk membenahi relasi. Perkawinan dapat menjadi lebih baik setelah itu, walaupun pengalaman masa lalu tetap ada sebagai ingatan; ingatan akan dosa dan pengampunan Allah dalam hidup kita. 

Kontemplasi:

Gambarkan bagaimana perjalanan perkawinan Hosea dan Gomer menjadi pengingat perjalanan cinta Allah kepada Israel (dan kita sekarang ini). 

Refleksi:

Apakah dalam membangun keputusan perkawinan, aku telah mempertimbangkan dengan baik? Bagaimana aku membangun kesetiaan yang menyembuhkan dan rekonsiliatif? 

Doa:

Ya Bapa, ajarilah aku berani mengambil keputusan untuk mengasihi secara total dan berani konsekwen untuk hidup di dalamnya. Ajar kami menjaga kesetiaan dengan bertumbuh bersama dan dengan penyembuhan serta rekonsiliasi. Amin.

Perutusan:

Bertumbuhlah bersama menjadi pribadi yang baru dan belajarlah untuk setia dalam keadaan apapun, karena Allah melakukan hal yang sama juga dalam hidup anda. 

(Morist MSF)

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here