Menghapus Malu

0
221 views

Bacaan 1: Yes 62:1-5
Bacaan 2: 1Kor 12:4-11
Injil: Yoh 2:1-11

PERNAHKAH mengalami kehabisan konsumsi saat pesta? Saya beberapa kali melihat situasi itu.

Saya membayangkan betapa malunya yang empunya pesta saat situasi seperti itu terjadi.

Selain rasa malu, kadang mereka juga menerima amarah tamu undangan.

Entah siapa yang salah, apakah panitianya tidak teliti, atau ada banyak tamu tak diundang, atau bisa jadi pihak “catering” nakal.

Saat membaca perikop ini, saya langsung membayangkan betapa malunya mempelai pengantin karena kehabisan anggur dalam pesta pernikahan mereka.

Mungkin saja kisah pesta pernikahan Kana masih kerabat Bunda Maria atau paling tidak, ikut jadi panitia.

Bunda bisa masuk ke ruang konsumsi dan tahu kalau anggurnya habis.

Bunda juga bisa memerintah para pelayan pesta. Tentu Bunda Maria punya pengaruh dalam acara ini.

“Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu,” demikian katanya.

Salah satu misi Tuhan Yesus datang ke dunia adalah menghadirkan suasana surgawi (sukacita) dan menghapus malu.

Sebagai tanda pertama dari tujuh tanda, maka dimulai dengan perumpamaan menghapus malu (menghapus dosa).

Untuk bisa masuk ke dalam ruang pesta surgawi, yaitu sukacita kekal maka seseorang harus kudus.

Jika tidak kudus, maka akan ditolak melewati pintu dan tentu saja ia akan malu.

Bangsa Israel pernah menjadi bangsa buangan, mengalami penindasan dan dipermalukan.

Namun sebagai “bangsa terpilih”, Allah tidak pernah meninggalkan mereka.

Yesaya juga menggunakan suasana pesta pernikahan untuk menggambarkan sukacita dari Allah.

Bangsa itu akan dipulihkan dari deritanya dan diselamatkan Allah.

Sukacita Allah, karena pulihnya hubungan antara bangsa Israel dengan-Nya digambarkan seperti girangnya hati seorang mempelai saat melihat pengantin perempuannya.

Tanda kehadiran Allah yang merupakan tanda suasana surgawi, juga bisa dilihat dari talenta yang dimiliki seseorang.

Bahwa talenta yang dimiliki seseorang itu berasal dari karunia yang diberikan Allah lewat Roh yang satu dan sama.

Setiap orang memiliki talenta yang unik dan khusus seperti yang dikehendaki-Nya.

Pesan hari ini

Gambaran surgawi adalah seperti suasana sukacita dalam pesta pernikahan.

Di sana tak ada kesedihan dan malu. Allah hadir untuk memulihkan rasa malu dan sedih yang kita alami.

Hidup penuh sukacita sebagai tanda kehadiran Kerajaan Allah di dunia.

“Sukacita adalah tanda kehadiran Tuhan yang sempurna. Tetaplah pakai maskermu dan jaga jarakmu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here