Pastor Dibunuh dan Dimutilasi di Kamerun, Afrika Barat Daya

0
702 views
Ilustrasi: negara Kamerun (Ist)

SEORANG imam Katolik baru saja menjadi korban pembunuhan dan jenazah dimutilasi. Peristiwa barbar ini terjadi di Kamerun, persisnya di sebuah wilayah berpenduduk dengan bahasa Inggris sebagai bahasa ‘resminya’. Demikian laporan La Croix International terbitan hari Selasa (24/7/18) ini.

Wilayah permukiman dengan penduduk berbahasa Inggris itu tengah berupaya mendapatkan konsesi politik yakni memerdekakan diri, namun langkah itu dianggap sebagai gerakan pemisahan diri oleh pemerintah pusat.

Sudah terjadi beberapa kali baku tembak antara tentara pemerintah melawan gerilyawan yang ingin menjadikan kawasan berbahasa Inggris itu sebagai negara mandiri.

1/3 jumlah penduduk

Uskup dan para pastor selama ini bertindak sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara kedua belah pihak yang tengah bertikai tersebut.

Laporan media daring setempat Africanews.com, menyebutkan insiden yang terjadi pada tanggal 20 Juli 2018 di Bomaka, Buea, di kawasan Barat Daya Kamerun itu belum ada tindakan berarti dari kepolisian setempat.

Umat Katolik Kamerun mengisi hampir 1/3 jumlah penduduk di Kamerun. Negeri ini bekas wilayah jajahan Perancis, karena itu bahasa Perancis juga menjadi bahasa resmi negeri ini.

Selain diganggu gerakan separatis di wilayah kawasan berbahasa Inggris, Kamerun juga menghadapi kelompok intoleran Boko Haram di kawasan utara.

Situasi politik kian tak menentu, ketika nanti tanggal 7 Oktober 2018 akan terjadi pemilihan presiden baru di Kamerun.

Petahan Presiden Paul Biya yang kini sudah berumur 85 tahun tampaknya masih mengincar kekuasaan ini untuk yang ke-7 kalinya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here