Pembaharuan Perjanjian (Recovenant)

0
242 views
Pemandangan alam

Bacaan 1: Yes 54:1-10

Injil: Luk 7:24-30

Relasi adalah sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian.

Dalam ilmu Psikologi, kesehatan mental atau kesehatan psikologis seseorang diukur salah satunya bagaimana seseorang berelasi dengan orang lain.

Baik buruknya relasi menjadi ukuran kualitas kesehatan psikologis seseorang. Apakah relasinya terganggu atau bahkan mengganggu orang lain sehingga hidup menjadi tidak nyaman.

Gelap tidak mungkin menyatu dengan terang, dia pasti akan kalah.

Manusia setelah Adam, terlahir dalam kegelapan dosa sehingga untuk bisa bersatu kembali dengan Allah yang merupakan “Terang” harus diperbaharui dan diubah menjadi “terang” melalui penebusan Kristus.

Pengampunan, penebusan dan kasih merupakan fondasi utama yang menentukan suatu relasi.

Perikop Yesaya hari ini berkisah tentang pembaharuan perjanjian (recovenant), pemulihan relasi Allah dengan umat-Nya bangsa Israel. Mereka kembali dari pembuangan Babel dalam kondisi yang terpuruk. Jumlah keturunan menyusut, harta dan rumah tidak ada, akibat pembuangan.

Allah menjanjikan pemulihan keadaan mereka, yaitu keturunan yang lebih banyak daripada sebelum pembuangan, dan juga perluasan wilayah. 

Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali.

Tentu saja pembaharuan ini berlaku hingga hari ini bagi kita semua. Syaratnya, mau diubahkan dari hidup dalam kegelapan (dosa) menjadi “terang” dalam iman Kristus.

Untuk itulah Yohanes Pembaptis dilahirkan ke bumi, lewat perempuan mandul yang menandakan peran Allah disitu. Dia diutus untuk mempersiapkan bangsa Israel agar layak menyambut kehadiran Mesias.

“Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.”

Demikian Firman-Nya yang tertulis dalam Kitab Suci.

Pesan hari ini

Untuk mendapatkan hidup lebih baik, merasakan damai sukacita abadi maka hidup harus diperbaharui dalam pembaptisan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Pengampunan dan penebusan Kristus adalah kunci utama hidup sukacita kekal. “Tetaplah berharap, meski kadang harapan itu nampak kosong. Percayalah di balik hujan ada pelangi, begitu juga dengan harapan yang akan hadir di saat yang indah.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here