Puncta 01.03.21: Robinhood dari India

0
152 views
Aktor India Salman Khan yang peduli sesama melalui Being Human Foundation (Ist)


Lukas 6:36-38

SEBAGAI bintang film termahal di India, Salman Khan tidak menjadi sombong. Ia bisa meraup honor Rp 120 milyar sekali main film. Belum honor dari iklan banyak produk. Ia jadi brand ambassador berbagai merk terkenal.

Namun kekayaannya itu banyak dibagikan kepada rakyat miskin di India. Banyak desa tempat dia syuting mendapat bantuan dari Salman. Tidak kurang dari Rp 24 milyar dia salurkan ke yayasan sosial.

Ia memberi beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di India.

Dengan uang yang didapat, dia membangun desa-desa miskin di India. Ia memang berasal dari keluarga miskin. Beruntung dia dapat menjadi aktor terkenal, tetapi dia tidak lupa kepada orang-orang miskin di sekitarnya.

Ada banyak anak kurang mampu diadopsi agar dapat bersekolah dan sukses. Orang-orang sakit diberi pengobatan gratis.

Masyarakat India menyebut Salman Khan sebagai Robinhood dari India. Ia banyak menolong orang miskin, sakit dan menderita.

Ia mendirikan sebuah Yayasan Being Human untuk menolong mereka yang kurang mampu dan menderita.

Ia dikenal luas sebagai pribadi yang murah hati dan suka menolong orang kecil.

Hari ini Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya, “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati.”

Kemurahan hati adalah sikap dasar Allah.

Yesus menggambarkan kemurahan hati itu seperti matahari yang bersinar untuk siapa pun. Orang baik ataupun orang jahat sama-sama mendapatkan terang dari matahari yang sama.

Kemurahan hati Allah itu hendaknya kita contoh.

Maka Yesus menyuruh kita untuk berbagi. “Berilah, dan kamu akan diberi; suatu takaran yang baik dan dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.”

Tentang kemurahan hati ini, Yesus banyak memberi contoh dengan perumpamaan. Orang Samaria yang baik hati; janda miskin yang murah hati; bapa yang menerima anak bungsunya; gembala yang mencari domba yang tersesat.

Tidak hanya mengajarkan, Yesus mempraktikkan kemurahan hati Allah itu dengan semangat pengampunan. Ia mengampuni perempuan yang berzinah.

Ia bahkan mengampuni para musuh yang menyalibkan-Nya. Ia menjanjikan firdaus bagi penyamun yang bertobat.

Yesus adalah wajah kemurahan hati Bapa.

Maka Ia mengajak kita semua untuk murah hati. “Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu adalah murah hati.”

Maukah kita bersikap murah hati?

Virus corona sungguh berbahaya.
Kita harus hati-hati dan waspada.
Untuk murah hati tidak harus kaya.
Hati adalah modal utamanya.

Cawas, mensyukuri hidup…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here