Puncta 06.05.19 Yoh 6:22-29: Menabung Kebaikan

0
392 views
Ilustrasi (Ist)

SISWANTO bukanlah siapa-siapa. Ia hanya seorang biasa. Ia menjadi relawan Komunitas Saber, yaitu komunitas Sapu Bersih ranjau paku di jalan-jalan. Ia prihatin ada banyak mobil atau motor yang gembos bannya terkena paku-paku di pinggir jalan.

Ia menyusuri jalan-jalan sambil membawa besi magnet untuk mengumpulkan paku-paku yang berhamburan di jalan. Ia tidak mencari uang atau pujian.

Baginya sungguh membahagiakan kalau orang selamat di perjalanan. Ia bekerja bukan untuk mencari uang tetapi ingin menolong orang lain. Bahagia bisa menolong itulah upah yang tak bisa diganti dengan uang.

Lain lagi, seorang kakek yang setiap sore rajin membersihkan selokan di depan rumahnya.

Ia ditanya cucunya, “Kenapa kakek selalu membersihkan selokan dari sampah-sampah di depan rumah?.”

Ia menjelaskan kepada cucunya, “Kakek senang, kalau selokan lancar, kita membantu warga tidak terkena banjir. Walaupun hanya tindakan sederhana, namun sangat bermanfaat bagi orang banyak.

Tenaga kakek tidak sekuat dulu, tetapi apa yang masih bisa dilakukan untuk kemaslahatan orang banyak, itulah yang membahagiakan.”

Bacaan Injil hari ini menyadarkan kita untuk bekerja bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.

Itulah yang dikehendaki Yesus. Orang-orang berbondong-bondong mencari Yesus bukan karena mereka telah melihat tanda-tanda, tetapi karena mereka telah dikenyangkan.

Mereka tidak melihat siapa Yesus, tetapi mereka mencari apa yang telah diberikan Yesus. Akibatnya orang tidak sampai beriman, namun hanya sibuk mencari mukjizat.

Bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa. Uang, materi, pujian, hormat, sanjungan adalah makanan-makanan yang akan binasa. Kalau kita bekerja hanya untuk mencari pujian dan materi, kita tidak akan menemukan kebahagiaan.

Makanan yang tidak akan binasa adalah kebaikan, keutamaan, kesediaan menolong orang lain, peduli terhadap kesusahan sesama. Marilah kita menabung kebaikan untuk sesama di sekitar kita.

Ke Gajah Mungkur lewat Gemolong
Membeli mangga di batas kota
Kalau kita punya hati untuk menolong
Hidup akan bahagia tak terhingga

Berkah Dalem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here