510 Anak Ikuti Pendadaran THS-THM

0
1,837 views

Dengan melagukan kidung rohani dan doa secara bergantian, sebanyak 510 calon anggota Organisasi Bela Diri Pencak Silat Tunggal Hati Seminari (THS) dan Tunggal Hati Maria (THM), Distrik Keuskupan Atambua, Dekanat Belu Utara dan Dekanat Malaka, mengikuti kegiatan Pendadaran  selama 4 hari terhitung Kamis hingga Minggu (16- 19/ 7/ 2015) di Sadi dan Malaka, yang diselenggarakan oleh Distrik Keuskupan Atambua bekerjasama dengan Koordinatorat Wilayah Dekanat Belu Utara dan Koordinatorat Wilayah Dekanat Malaka.

Elias Y. T. Mali, Koordinator Wilayah Dekanat Belu Utara, di lokasi Pendadaran di Sadi, menjelaskan maksud dan tujuan dari Pendadaran bagi calon anggota THS THM ini adalah sebelum diterima secara resmi menjadi anggota THS THM, terlebih dahulu setiap calon anggota wajib mengikuti beberapa tahap yang telah diterapkan dalam Organisasi. Dan Pendadaran ini juga merupakan kesempatan untuk calon anggota mengenal THS THM lebih jauh serta termasuk mengenal gereja Katolik Roma beserta segala ajaran dan hukum gereja selain mencari dan melayani Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

Menariknya, menurut Elias Mali biasa dipanggil, setiap kali mengadakan pendadaran THS THM, kebanyakan dipenuhi anak anak usia sekolah. Sebab, di pundak merekalah, wajah gereja lokal tergambar dan terpatri sangat jelas dalam melakukan pelayanan terhadap yang membutuhkan.

“Ada keceriaan dari wajah wajah mereka. Anak anak seusia mereka merupakan wajah gereja lokal yang sesungguhnya. Inilah awal yang baik dalam melakukan pewartaan. Pewartaan dan keselamatan itu sejatinya milik anak anak bukan milik orang dewasa apalagi orangtua. Sebab Yesus berkata, biarkanlah anak anak itu datang kepadaKu,” ucapnya dalam sambutan pembukaan seraya membuka secara resmi kegiatan pendadaran THS THM di Sadi.

Secara terpisah, Stanis Bria Seran, salah satu perwakilan badan pengurus Distrik Keuskupan Atambua yang menghadiri serta turut membuka secara resmi kegiatan pendadaran di Dekanat Malaka, mengatakan bahwa sebenarnya di balik pendadaran THS THM ini, telah menampilkan kemandirian gereja lokal lewat wadah organisasi THS THM. Serta membuka kesempatan yang lebih luas lagi bagi kaum muda dan anak anak, untuk terlibat aktif dalam menggereja.

“Sadar atau tidak, harus diakui bahwa zaman yang serba canggih ini telah membikin orang orang Katolik lupa akan jati dirinya. Terlebih lagi anak anak dan kaum muda, harus benar benar ditempah lebih matang lagi agar boleh menghasilkan generasi yang kuat dan tahan uji. Bukan menghasilkan generasi bermental instant,” katanya di hadapan peserta pendadaran di Malaka.

Juanita, salah satu peserta pendadaran asal ranting Paroki Tukuneno, mengatakan, dirinya bergabung ke dalam wadah organisasi THS THM ini untuk melatih dirinya berbicara di depan umum serta belajar memimpin doa.

“Saya sangat bersyukur sekali karena di dalam organisasi THS THM ini, saya akhirnya bisa berbicara di depan umum serta bisa memimpin doa di kelas, di sekolah dan di rumah. Mental saya semakin tertata baik. Apalagi anak seusia saya yang masih duduk di bangku kelas V SDK Lafaekfera ini, perlu mendapat banyak bimbingan. Karena belum tentu semua anak seusia saya ini boleh mendapatkan kesempatan ini,” akunya polos. (Felixianus Ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here