Bersaudara Dengan dan Dalam Yesus

0
186 views
Membangun pertemanan yang sehat dan saling mendukung. (Ist)

PW St. Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja; 2Sam 6:12b-15,17-19 dan Mrk 3:31-35

CITA-cita menjadi imam sudah dimulai dalam diri St. Thomas Aquino sejak kecil. Orangtuanya meragukan, bahkan mereka berjuang menjauhkan dia dari niat itu.

Namun ia bertahan dan mendapat guru yang luar biasa dalam diri Santo Albertus Magnus. Ajaran para pujangga Gereja dikumpulkannya dalam suatu sintese Summa Theologica berdasarkan filsafatnya. St. Thomas Aquino lahir tahun 1225 dan meninggal tahun 1274.

Bacaan Injil mau menegaskan beberapa point untuk direnungkan:

  1. Setiap kita mesti membangun relasi yang adekuat dengan Yesus, melalui membaca dan merenungkan kitab suci, mengikuti ekaristi dan hidup baik dengan semua orang. Bagi Yesus, hubungan persaudaraan dengan Dia tidak berhenti pada pertalian darah, melainkan yang “melakukan Kehendak Allah.”
  2. Relasi berdasarkan melaksanakan Kehendak Allah bisa membuat orang menjadi lebih dekat, menjadi punya cita-cita yang sama, sehati dan seperasaan yang mendalam juga. Iman akan Yesus dan upaya melaksanakan Kehendak Allah membuat kita membangun persaudaraan penuh kasih dengan orang lain: KBG, Lingkungan dan Paroki. Dan persaudaraan ini tidak eksklusif primordial, tidak berdasarkan pertalian darah dan keturunan.
  3. Dalam Yesus kita bersaudara. Persaudaraan di dalam Yesus didasarkan atas iman. Bagaimana kita membangun persaudaraan dengan Yesus dan sesama? Hari ini kita diajak berjuang membangun persaudaraan dengan Kristus dan dengan sesama di salam Kristus. Semoga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here