Kapitel Umum Terakhir Kongregasi Bruder MTB di Belanda Putuskan Generalat MTB Pindah ke Pontianak

0
938 views
Para anggota delegasi Kapitel Umum Kongregasi Bruder Maria tak Bernoda (MTB) berasal dari tiga provinsi: Belanda, Brazil dan Indonesia. (Dok. MTB)

SEPANJANG tahun 2017 kemarin, telah terjadi serentetan peristiwa penting yang membawa  suatu perubahan besar bagi Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB).

Sungguh istimewa bahwa sepanjang tahun 2017 lalu itu, Kongregasi Bruder MTB  telah mengukir dua peristiwa luar biasa penting yang patut menjadi ingatan kita.

Kedua peristiwa penting itu adalah sebagai berikut:

  • Tanggal 25 Juni-2 Juli 2017 Kongregasi Bruder MTB telah menyelenggarakan Kapitel Provinsi di Wisma Immaculata Pontianak yang lokasinya berada di belakang Gereja Katedral St. Yosep Pontianak. Kapitel Provinsi ini dihadiri  oleh Pemimpin Umum dari Huijbergen-Nederland yaitu Br. Bram MTB. Kapitel ini menghasilkan beberapa keputusan-kebijakan yang akan dibawa ke Kapitel Umum di Belanda.
  • Tanggal 18-23 September 2017 lalu, Kongregasi yang juga masuk dalam keluarga besar Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus Assisi ini menyelenggarakan Kapitel Umum dengan tema“ Dengan Penuh Harapan Menuju Masa Depan.”
Suasana Kapitel Umum Kongregasi Bruder MTB diHuijbergen, Nederland. (Dok MTB)

Kapitel Umum di Huijbergen, Nederland ini berhasil memilih pengurus Dewan Pimpinan Umum yang baru.

Daftar nama

Berikut ini adalah daftar anggota Dewan Pimpinan Umum Kongregasi Bruder MTB untuk masa bakti  periode 2018-2023:

  • Pemimpin Umum: Br. Rafael Donatus MTB.
  • Wakil Pemimpin Umum: Br. JM Vianney MTB.
  • Sekretaris: Br. Libertus G. MTB.
  • Ekonom: Thomas B. MTB dan Br. Flavianus N. MTB

Menurut Br. Rafael Donatus MTB selaku pemimpin umum yang terpilih untuk periode selama enam tahun ke depan, Kapitel Umum ini merupakan kapitel umum terakhir yang terjadi di Negeri Belanda.

Bruder yang pernah duduk di Dewan Pimpinan Umum pada tahun 2011-2017 ini menjelaskan, Kapitel Umum itu telah dihadiri beberapa utusan dari tiga provinsi: Provinsi Belanda, Brazil dan Indonesia.

Kapitel itu berhasil menelorkan keputusan dan kebijakan penting.

Anggota Dewan Pimpinan Umum ttahun 2018-2023 (ki-ka): Br. Thomas, Br.Libertus, Br.Rafael, Br. Flavianus, dan Br.Vianney. (Dok. MTB)

Salah satu keputusan penting hasil rapat Kapitel Umum terakhir di Negeri Belanda di tahun 2017 lalu itu adalah sebagai berikut:

  • Generalat MTB resmi dipindahkan ke Indonesia. Tepatnya ada di Pontianak, Kalimantan Barat.
  • Status Provinsi Indonesia yang dulunya dipimpin oleh seorang provinsial dihapus.

Peremajaan pimpinan

Kapitel Umum Kongregasi MTB 2017 itu sudah selesai. Namun, hasil-hasi keputusan itu menjadi penting karena kini meninggalkan buah-buah berpengaruh dan memberi energi segar ke arah perkembangan persaudaraan MTB di masa yang akan datang. “

Kongregasi MTB perlu melakukan tranformasi dalam peremajaan kepemimpinan. Peremajaan kepemimpinan ini bukan saja berkaitan dengan usia para anggota dewan pimpinan, namun tidak terlepas juga dari situasi dan kondisi persaudaraan,” demikian ungkap Br. Bram MTB yang pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Kongregasi Bruder MTB periode 2011-2017.

Menurut Bruder Bram MTB,  para bruder yang sekarang ini tinggal di Negeri Belanda rata-rata sudah lanjut usia. Mereka tidak menangani karya lagi. Karena halangan usia,  mereka hanya membantu kegiatan pastoral gereja, dan kegiatan sosial lainnya.

Ia juga mengisahkan keprihatinannya akan nasib orang-orang muda di Eropa, khususnya di Belanda yang semakin menjauh dari kehidupan menggereja. Situasi ini sangat berbeda dengan Gereja di Indonesia yang masih memiliki vitalitas muda. “Sungguh menyenangkan kalau boleh mengalami suatu peremajaan kepemimpinan dalam lingkungan gereja yang masih memiliki daya pegas dan semangat muda dalam hidup mengereja,” pungkasnya.

Rumah Generalat lama di Huijbergen, Nederland. (Ist) J

Quo vadis?

Sejak tahun 1921, para bruder MTB telah mulai berkarya di Indonesia, tepatnya di Singkawang, Kalimantan Barat – Keuskupan Agung Pontinak. Hingga tahun 2018 ini, para bruder MTB masih berkarya juga di kota-kota yakni Pontianak, Kualadua, Sekadau, Putussibau –semuanya itu di Kalbar. Di wilayah KAS, keberadaan para bruder MTB ada di  Pati dan Yogyakarta.

Tonggak sejarah dan kiprah pelayanan Bruder-Bruder MTB (Maria Tak Bernoda) berawal  rasa keprihatinan Mgr. J. van Hooydonk yang melihat anak-anak telantar karena perang. Uskup Keuskupan Breda di Negeri Belanda ini adalah pendiri Kongregasi Bruder MTB.

Karena itu, Mgr. J. van Hooydonk lalu mengumpulkan anak-anak korban perang yang terlantar dan diserang penyakit untuk dirawat dan dididik di asrama.

Simpliciter et confidenter

Semboyan atau motto pendiri Kongregasi Bruder MTB adalah Simpliciter et Confidenter yang berarti kesederhanaan dan iman-keyakinan. Semangat ini menjadi  warisan spiritualitas sekaligus menjadi roh pengerak bagi  para bruder MTB untuk tetap eksis dalam karya pelayanan; khususnya di bidang pendidikan dan asrama guna menjawab kebutuhan zaman ini.

Pemimpin Umum Kongregasi Bruder MTB periode tahun 2018-2022: Br.Rafael DonatusMTB. (Dok. MTB)

Bertolak dari tema Kapitel Umum “Dengan Penuh Harapan Menuju Masa Depan”, maka keputusan Kapitel Umum Kongregasi MTB ini bisa menjadi tonggak karya pelayanan mereka di masa datang. “Semoga kehadiran kami para Bruder MTB menjadi tanda Allah sehingga dapat berbuah dan berkat berlimpah bagi semua orang yang kami layani,” kata Br. Rafael Donatus MTB.

“Atas nama Dewan Pimpinan Umum, saya mengucapkan terima kasih kepada Br. Gabriel Robun Tukan MTB (Provinsial Indonesia terakhir sebelum perubahan menjadi Dewan Pimpinan Umum) dan kepada Br. Bram MTB (Pemimpin Umum periode 2011-2017) atas dedikasi dan pelayanannya,” ungkap Br. Rafael Donatus MTB yang kini tinggal di Generalat MTB Jl. Sepakat II (A. Yani) Blok B No. 123 Pontianak, Kalimantan Barat.

Sumber dan kredit foto:  Br. Rafael Donatus MTB dan Majalah Tahunan MTB Pratikami.

Rumah Generalat yang baru di Jl. Sepakat II – A. Yani Blok B/No.123 di pusat kota Pontianak-, alimantan Barat. (Dok. MTB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here