Pelita Hati: 23.11.2019 – Ada Hidup Kekal

0
387 views

Bacaan Lukas 20:37-40

Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” (Luk.20:34-38)

Sahabat pelita hati, 

PELITA sabda hari ini diambil dari Lukas 20:37-40, sama dengan pelita sabda edisi 10 November 2019 yang lalu, tentang orang-orang Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan kelak. Namun kita akan mendalami pelita sabda hari ini dari sudut pandang yang lain.

Sahabat terkasih,

Saduki adalah kelompok keagamaan yang kecil, terdiri dari imam-imam yang berpangkat tinggi dan orang-orang bangsawan. Mereka tidak percaya akan kebangkitan, adanya malaikat dan roh (Kisah Rasul 23 :8). Karena tidak mengakui adanya kebangkitan maka tidak percaya juga akan kehidupan setelah kematian. Orientasi hidup mereka adalah duniawi dan  serba materi. Ketika orang-orang Saduki mengangkat soal tentang nasib orang yang pernah kawin beberapa kali jika nanti ada kebangkitan, Tuhan Yesus menegaskan bahwa persoalan kawin dan mengawinkan hanya terjadi dalam hidup di dunia yang serba sementara ini. 

Sahabat terkasih,

Tanggapan Yesus terhadap pertanyaan orang-orang Saduki ini mengingatkan dan mengajak kita untuk  menghayati iman dengan sungguh-sungguh. Beriman berarti percaya pada Penyelenggaraan Ilahi, Allah yang hidup dan berkarya terus-menerus tanpa kenal batas ruang dan waktu. Dengan kata lain di mana pun dan kapan pun kita senantiasa ada ‘di dalam perlindungan dan penyertaan Allah’. Singkatnya, Allah kita adalah Allah orang hidup dan orang mati, Allah kekal yang juga dapat mengekalkan hidup kita. Mengapa kita perlu hidup baik? Mengapa perlu menyisihkan waktu untuk berdoa dan beribadah? Kita yakin ada kehidupan mendatang setelah hidup di dunia ini. Semoga kita tidak hanya memikirkan apa yang  dihadapi sekarang ini tetapi juga hidup di kemudian hari. Maka perlu untuk menjadikan hidup kita layak di hadapan-Nya melalui perbuatan-perbuatan baik kita.

Mentari pagi indah berseri,
sinarnya menghangatkan hati. 
Tuhan Sang Maha Pemberi,
berkah-Nya tak pernah berhenti. 

dari Banyutemumpang, Sawangan, Magelang,

Berkah Dalem, Rm.Istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here