Puncta 21.01.19 Markus 2:18-22 Imagine

0
466 views
Awan membentuk formasi seperti bola-bola kapas, sementara di bawah adalah pemandangan aliran sungai baik yang masih 'perawan' maupun sudah tercermar limbah tailing di langit Timika dalam penerbangan menuju Agats di bulan Juni 2013. (Mathias Hariyadi)

Imagine there’s no countries.
It isn’t hard to do. Nothing to kill or die for.
No religion too. Imagine all the people.
Living life in peace….

MASIH ingat sepenggal lirik lagu di atas milik John Lennon? Berarti anda sudah tua, karena lagu itu dicipta dan populer tahun 1971. Sampai sekarang lagunya tetap enak didengar.

Saya memaknai isi lagu itu adalah kegalauan, protes, kritik diri atau koreksi John Lennon terhadap institusi agama yang katanya membawa damai tetapi justru menciptakan permusuhan dan kebencian.

RA Kartini juga pernah galau dengan menulis, “Agama memang menjauhkan kita dari dosa. Tetapi seberapa banyak dosa yang dibuat orang dengan mengatas-namakan agama?”

Ada banyak sekali aturan-aturan dalam Kitab Taurat. Salah satunya dalam hal puasa. Ini menimbulkan polemik di antara orang-orang Farisi dan murid-murid Yesus. Orang-orang itu mempertanyakan, “Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-muridMu tidak?”

Melakukan aturan itu baik tetapi jangan menghakimi bahwa mereka yang tidak melakukan adalah orang jahat.

Jangan menghakimi dengan cara pandang kita sendiri. Kita mudah menyalahkan orang lain karena tidak mengikuti aturan yang kita buat sendiri. Kita menganggap diri paling benar. Orang yang tidak sepikiran dengan kita adalah orang berdosa.

Yesus prihatin dengan sikap orang munafik seperti itu. Maka Dia mengungkapkan sindirannya dengan perumpamaan anggur baru harus ditempatkan pada kantong yang baru pula. Tidak cocok pula kain yang baru untuk menambal baju yang sudah tua. Orang diajak bijaksana memandang sebuah aturan.

Aturan tidak boleh berlawanan dengan kemanusiaan dan keadilan. Jika puasa menjauhkan orang dari sisi kemanusiaan dan keadilan, maka puasa itu hanya sebatas rutinitas dan legalistis semata.

Puasa semestinya menyadarkan manusia akan kerapuhannya lalu mendekatkan diri pada Allah.

Semakin dekat dengan Allah berarti juga semakin dekat dengan manusia. Berpuasa bukan melulu menjalankan aturan. Yesus mengajak kita memandang aturan dengan bijaksana.

Pergi ke kebun mencari jangkrik
Untuk umpan memancing ikan
Janganlah kita menjadi orang munafik
Membebani sesama dengan banyak aturan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here