Puncta 31.08.18. Matius 25:1-13: Bijaksana dan Pintar

0
764 views
LG 9 Juli 2017 - Pandai Dan Bijak. (ist)

PANGLIMA perang Kerajaan berangkat membawa pasukan menuju medan tempur. Di tengah jalan,  ia berjumpa seorang tua duduk di teras rumahnya. Orang itu duduk di depan meja catur. Terpampang tulisan Juara Dunia Catur. Siapa berani melawan?

Panglima itu dengan gagah turun dari kudanya dan langsung menantang orangtua bermain catur. “Pak Tua, saya akan melawanmu” kata sang panglima, “kalau kamu kalah, turunkan itu pengumuman juara duniamu”.

Hanya dengan berapa langkah, pak tua bisa dikalahkan. Dengan bangga ia melanjutkan memimpin pasukannya ke medan perang. Setelah tugas selesai, ia pulang lewat jalan yang sama. Ia terkejut masih menjumpai tulisan yang kemarin di teras rumah pak tua.

Dengan marah ia turun dan membentak Pak Tua, “Kamu tidak pantas menyandang juara dunia karena sudah kukalahkan. Kenapa kamu masih memasang tulisan itu?”

“Maaf panglima, kalau boleh saya ingin melawan anda sekali lagi,” kata Pak Tua dengan takzim.

“Ayo kita main. Aku akan mengalahkanmu,” jawab panglima.

Beberapa kali main, panglima kalah terus. Akhirnya dia menyerah. Panglima itu penasaran kenapa ia tak mampu mengalahkan orangtua itu.

Pak Tua menjelaskan, “Hamba tidak ingin menjatuhkan mental anda di depan bawahan paduka karena paduka sedang mengemban tugas ke medan perang. (Itulah tindakan bijaksana). Ketika hamba tahu paduka sudah menang, hamba tunjukkan kemampuan bahwa hamba pantas menyandang gelar juara dunia catur” (itulah tindakan orang pintar).”

Hari ini kita mendengar perumpamaan tentang lima gadis bodoh dan lima bijaksana. Orang bijaksana tahu dan mempertimbangkan segala keputusannya. Ia tidak hanya berpikir sesaat demi kepentingan sendiri tetapi memikirkan kepentingan sesama. Bisa saja bapak tua itu langsung mengalahkan panglima tetapi akibatnya bisa menjatuhkan mentalnya dan dampaknya tidak bisa memimpin pasukan lalu kalah perang.

Orang bijaksana paham tentang “empan papan” tahu mana yang baik dan buruk. Gadis yang bijaksana itu berpikir jauh ke depan. Mereka berani bertanggungjawab atas segala pilihannya.

Marilah kita bertindak bijaksana. Bisa menakar yang baik dan buruk serta bertanggungjawab atas keputusan-keputusan kita. Selamat merenung. Berkah Dalem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here