Rekoleksi Sehari Penggiat GOTAUS di KWI: Rumus Tiga “T” dalam Pelayanan

0
874 views
Rekoleksi sehari para penggiat dan pengurus GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh Seminari) di KWI, Sabtu tanggal 11 Juni 2016. (Haris/GOTAUS)

APA itu pelayanan?

Pertanyaan tersebut mencuat dalam sesi pertama rekoleksi sehari GOTAUS dpada hari Sabtu tanggal 11 Juni 2016 di  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). GOTAUS adalah singkatan dari Gerakan Orang Tua Asuh Seminari yang anggotanya terdiri dari para penggiat lintas usia dan lintas profesi, namun semua peduli dengan mutu pendidikan seminari. GOTAUS merupakan mitra kerja Komisi Seminari KWI.

Rekoleksi yang bertujuan meneguhkan pelayanan dalam Gereja ini terdiri dari tiga sesi.

Narasumber pertama adalah pasangan suami-istri Stefanus dan Ingrid Tay, pengelola situs Katolisitas. Stef dan Ingrid mengangkat tema komitmen dalam pelayanan. Hal yang menjadi urat nadi dari suatu pelayanan di bidang apa pun. Pemikiran tersebut tampaknya juga disadari oleh sebagian peserta yang hadir dalam agenda tahunan GOTAUS tersebut.

Stef memulai sesi dengan meminta para peserta untuk menjawab cepat tiga pertanyaan berikut: (1) Satu kata untuk menggambarkan kelompok ini; (2) Tantangan dalam organisasi; (3) Kunci utama pertumbuhan organisasi.

Dari penggalian persepsi para peserta, Stef dan Ingrid menjabarkan dengan rinci apa yang dimaksud dengan pelayanan dan tujuannya.

Apa itu pelayanan?

Definisi pelayanan menurut Pastor John Hardon SJ, seorang teolog Amerika yang terkenal, mengandung tiga poin utama sebagai berikut. Pelayanan perlu dilakukan oleh seluruh umat beriman.

Pelayanan merupakan karya rahmat yang bertujuan bukan pada kesejahteraan sementara, tetapi untuk membuat orang mengenal dan mengasihi Kristus melalui ketaatan terhadap ajaranNya, dan dengan demikian membantu mereka memperoleh kehidupan kekal. “Tetapi tidak ada obat atau pun magic dalam pelayanan. No pain, no gain,” Stef Tay memperingati para peserta yang hadir.

Rekoleksi Gotaus 2
Rekoleksi sehari untuk para penggiat dan pengurus GOTAUS (Gerakan Orangtua Asuh Seminari) di KWI pada hari Sabtu tanggal 11 Juni 2016. Foto: Haris, GOTAUS

Pelayanan memerlukan komitmen dan integritas untuk teguh melayani demi Tuhan, bukan demi diri sendiri atau kepentingan kelompoknya.

Mengapa kita melayani?

Lalu, apa alasan mendasar kita melakukan pelayanan? Jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan Stef tersebut menunjukkan pemahaman yang matang dari sebagian besar peserta.

Alasan pertama adalah bahwa kita menanti dan mengasihi Allah, yang terlebih dahulu telah menunjukkan KasihNya sepanjang waktu kepada kita. Allah merendahkan diri begitu rupa, ‘Pencipta yang menjadi ciptaan’ demikian istilah Stef Tay.

Ingrid menambahkan, pelayanan bisa dilakukan dengan 3T yaitu Talent, Time, dan Treasure. Menurut Ingrid, umat beriman perlu melakukan pelayanan karena tujuan penciptaan manusia adalah untuk memuliakan Tuhan.

Melayani berarti juga meneruskan kehidupan Tuhan kepada sesama. Maka kita perlu bersatu dengan Kristus. Kunci keberhasilan pelayanan bukanlah pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan, atau pun bakat-bakat sang pelayan, tetapi kehidupan batin (interior life) sang pelayan.

“Pelayanan adalah buah dari kehidupan batin,” demikian simpul Ingrid Tay menutup sesi pertama rekoleksi tersebut.

 

Sedangkan Stef Tay mengutip pesan dari Santo Agustinus: “Bekerjalah seolah-olah semua tergantung kita, berdoalah seolah-olah semua tergantung Tuhan.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here