Sambut Jamnas SEKAMI 2018 (3-6/7) di Keuskupan Agung Pontianak: Nyumbang Jangan Ragu, Bukti Kemurahan Hati Umat (3)

0
413 views
Para partisipan program Pembekalan Tahap 1 songsong acara Jambore Nasional SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak di bulan Juli 2018 mendatang. Program pengayaan materi dan pendampingan ini berlangsung di Rumah Khalwat Suster KFS di kawasan Gereja Maria Ratu Pencinta Damai (MRPD) Pontianak, akhir Mei 2018. (Vincent Dimas)

INI memang benar-benar sebuah event rohani dan pendampingan anak-remaja Katolik lintas Keuskupan skala nasional yang di awal bulan Juli 2018 mendatang akan berlangsung di Pontianak, Kalbar.

Keuskupan Agung Pontianak (KAP) akan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan kegiatan yang sifatnya nasional itu yakni Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner yang biasa kami sebut Jamnas SEKAMI 2018.

Logo Jamnas SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak, 3-6 Juli 2018. (Ist)

Tak kurang sekitar 1.300-an anak dan remaja cilik dari seluruh Indonesia akan datang menghadiri acara ini. Para animator dan angelus (pendamping) juga akan datang dan sibuk mengawal kegiatan ini mulai tanggal 3-6 Juli di KAP.

Keuskupan Agung Kuching di Sabah, Malaysia Timur, juga memastikan akan mengirim delegasinya mengikuti program Jambore SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak ini.

Dan semua itu tinggal “menghitung hari”.

Media katolik LN dan nasional datang meliput acara

Media Katolik luar negeri seperti AsiaNews yang berpusat di Roma, Italia, sudah menyatakan minatnya akan hadir meliput kegiatan nasional yang melibatkan anak dan remaja cilik Katolik asal berbagai Keuskupan di seluruh Tanahair ini. Dua wartawan akan datang ke Pontianak mendokumentasikan kegiatan Jamnas SEKAMI 2018 di KAP dalam bentuk tulisan dan audio-visual (video) yakni seorang editor dan kameramen.

Media Katolik dari Jakarta asuhan para mantan Jesuit yakni Sesawi.Net juga telah memastikan diri akan datang meliput dan mengabadikan Jamnas SEKAMI 2018 di KAP.

Jadi, atmosfirnya adalah semangat dan semakin bersemangat lagi untuk menyambut Jamnas SEKAMI 2018 di Ibukota Provinsi Kalbar ini. Belum lagi kalau melihat antusiasme ratusan panitia lokal untuk mengawal rapi kegiatan tersebut seperti yang terjadi di kegiatan pre event di Rumah Khalwat Susteran KFS di dekat Gereja Maria Ratu Pencinta Damai, Pancasila, Pontianak, akhir Mei 2018 lalu.

Program Pembekalan 1: Sukacita Keuskupan Agung Pontianak Songsong Jamnas SEKAMI 2018 (1)

Ketika semua energi terarah pada kegiatan nasional di bulan Juli 2018 mendatang, ada kegiatan yang mungkin ‘tidak kelihatan’. Namun itu penting dan strategis untuk bisa menyukseskan Jamnas SEKAMI 2018 tersebut. Mau apa lagi kalau bukan kegiatan penggalangan dana mencari donasi dari kalangan umat Katolik KAP dan siapa saja yang mau peduli dengan Jamnas SEKAMI 2018 ini.

Kalau nyumbang, jangan ragu

Inilah sekelumit pengalaman panitia dan catatan reflektif kami, ketika menyaksikan derap semangat besar umat Katolik di KAP yang ingin mendukung Jamnas SEKAMI 2018 mendatang.

Di sebuah acara penggalangan dana untuk komunitas kategorial di KAP yang berlangsung di sebuah tempat di Pontianak beberapa waktu lalu terjadilah kisah menarik seperti berikut ini.

Waktu ditawari amplop untuk persembahan donasi guna mendukung kegiatan Jamnas SEKAMI 2018 di KAP, maka terjadilah apa yang ingin penulis sebut sebagai ‘gerakan ilahi’ untuk melakukan kebajikan demi masa depan anak dan remaja Katolik masa depan.

Mulanya, sepasang keluarga Katolik ini mungkin hanya berminat menyumbang “angka sekenanya” saja. Namun, tiba-tiba sang isteri dengan amat semangat berkeinginan memotivasi suaminya agar -kurang lebih omongannya waktu itu seperti ini–  “Kalau mau nyumbang untuk Gereja, ya jangan ragu lagi. Harus banyak.”

Demikian kurang lebih ‘pemandangan tak biasa’ yang penulis saksikan. Ketika sang suami itu akhirnya ‘termakan’ oleh motivasi isterinya dan ia sendiri juga tergerak oleh ‘roh ilahi’ itu, maka yang terjadi adalah hal luar biasa.

Tuhan bekerja menggerakkan hati orang

Yang terjadi kemudian, bapak itu lalu menyumbang berkali-kali lipat jumlahnya dari nilai nominal yang sebelumnya sudah dia rencanakan “ya hanya segitu saja”.

Sang isteri dengan bangga spontan merespon ‘gerakan hati’ suaminya itu dengan senyum lebar menawan.

Ia puas bahwa suaminya telah tergerak hati mau berbuat kebajikan untuk Gereja dan khususnya mendukung acara nasional bagi ribuan anak-anak dan remaja cilik Katolik dari seluruh Indonesia.

Kepada segenap umat Katolik yang hadir pada malam penggalangan dana itu, panitia menginformasikan tentang hal-hal nyata yang menjadi ‘tantangan’ besar bagi panitia. Salah satunya adalah kurangnya dana sehingga panitia terpaksa menjemput kedatangan anak-anak dari segala penjuru itu dengan truk, bukan dengan bus.

Program Pembelakan Tahap 1 Sambut Jamnas SEKAMI 2018 di Keuskupan Agung Pontianak (2)

Nah, mungkin saja karena tergerak oleh paparan panitia itu, maka para donatur itu kemudian merogoh dari kantongnya untuk memberi lebih banyak lagi.

Bisa jadi para donatur itu juga membayangkan begini. “Bagaimana kalau anak-anak dari seluruh Indonesia yang datang ke KAP itu adalah anak-anak kita sendiri?”

Dan persis itu juga yang kami sampaikan dengan bisik-bisik kepada para donatur tersebut.

Benar apa disampaikan Romo Nugroho kepada Pak Enteng. “Bagi saya pribadi, inilah kesempatan bagi segenap orangtua Katolik di KAP untuk melayani anak-anak dan remaja cilik Katolik dari seluruh Indonesiaa yang akan datang mengunjungi Keuskupan Agung Pontianak. Jadi, tak ada rumus lain, kecuali ayo dan marilah kita melayani mereka dengan sepenuh hati,” kata Romo.

Ketika syering dari Pak Pius –salah satu panitia—disampaikan di kalangan internal anggota panitia, penulis lalu merasa tersentuh hati.

Saya hanya bisa diam, mengatupkan tangan, menutup mata dan kemudian memandang ‘ke atas” sembari mengatakan dalam hati: “Benar, mujizat itu sungguh nyata.”

Saya bersyukur bahwa umat Katolik di Pontianak dan seluruh KAP sangat mendukung kegiatan Jamnas SEKAMI 2018 ini.

Mereka nyatanya tergugah hatinya ingin menjadi ‘tuan rumah’ yang baik dan ingin menjadi ‘orangtua’ penuh kasih kepada 1.300-an anak-anak dan remaja cilik dari berbagai kota di seluruh Indonesia ini.

Gratia supplet

Tuhan selalu bisa menunjukkan ‘cara-Nya’ sendiri untuk menggerakan ‘tangan-tangan tak kelihatan’ itu mendukung program Komisi Kepausan Indonesia KWI bersama mitranya Keuskupan Agung Pontianak untuk bersama-sama menyukseskan event besar skala nasional bernama Jamnas SEKAMI 2018.

Tentang hal ini, saya sungguh salut dengan langkah cepat yang dilakukan Bapak Uskup Agung KAP Mgr. Agustinus Agus untuk merespon “situasi” dengan bijak dan melakukan langkah tepat guna.

Sungguh benarlah kata-kata seorang kudus akan hal ini: Gratia supplet yang berarti rahmat Tuhanlah yang kemudian menyempurnakannya. (Berlanjut)

Kredit foto: Sesawi.Net/Vincentius Dimas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here