Sukacita Natal Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus bersama 91 Anak Panti Asuhan

0
197 views
Perayaan sukacita Natal 2018 bersama Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dengan 91 anak panti asuhan di sekitaran Kota Pontianak. (Sr. Maria Seba SFIC)

NATAL itu perayaan sukacita. Itulah waktu di mana Tuhan yang “di atas sana” berkenan hadir dalam sejarah manusia dan kemudian tinggal di antara kita. Itulah sebabnya, atas semangat “berpartisipasi dengan dunia” itulah, gema sukacita Natal 2018 tetap masih hangat sekarang, meski hari-hari ini sudah memasuki bulan Januari 2019.

Suasana sukacita Natal itu pula yang juga masih berhembus menebarkan aroma kegembiraannya di kalangan umat Katolik Keuskupan Agung Pontianak.

Bersama 91 anak panti asuhan

Aroma dan perayaan sukacita Natal itu terjadi di Keuskupan Agung Pontianak tanggal 3 Januari 2019 di Gedung Pasifikus Paroki St. Yosef Katedral.

Aneka hiburan untuk menuai aroma sukacita Natal bersama anak-anak panti asuhan di Pontianak.

Menurut panitia, Natalan khusus anak Panti Asuhan Katolik ini baru pertama kali diadakan secara bersama. Panitia berhasil menghadirkan 91 peserta dari empat panti asuhan yang ada di sekitaran Kota Pontianak, yakni:

  • Panti Asuhan Teresia Bakti asuhan para Suster Passionis (CP).
  • Panti Asuhan Bunda Pengharapan asuhan para Suster (CP).
  • Panti Asuhan Alma Wonoyoso asuhan para Suster Alma.
  • Panti Asuhan Alma Podomoro karya para suster Alma.

Sayang bahwa anak-anak Panti Asuhan Marie Yosef asuhan para suster KFS berhalangan hadir, berhubung anak-anak sudah mulai masuk sekolah.

Menurut Uskup Agus dalam sambutannya, tujuan Perayaan Natal yang dikemas dengan sangat menarik oleh tim dari Jakarta dan Surabaya ini adalahsalah satu bentuk perhatian, solidaritas Gereja terhadap anak-anak yang “kurang beruntung”.

Bukan Mgr. Agustinus Agus kalau tidak pandai berimprovisasi menghibur anak-anak dengan sapaan akrab, nyanyian, dan diajak main sulap.

“Anak-anak, meskipun kalian tidak tahu di mana orangtua kalian, namun yakinlah bahwa kami-kami ini –Uskup, Pastor, Suster dan kakak-kakak pembina, tetap mencintai kalian. Oleh karena itu izinkan saya menjadi orangtua kalian,” ungkap Uskup yang suka bernyanyi ini.

Uskup kelahiran Lintang Kapuas tanggal 22 November 1949 ini memberi peneguhan lantaran ia juga merasa dirinya itu juga berasal dari keluarga sederhana, anak kampung.

“Saya sama seperti kalian semua, anak kampung yang dari keluarga sederhana, masih sangat jauh dari kota. Kami harus menempuh  jalan kaki dari kampung dan itu butuh perjuangan. Sampai sekarang pun, jalan masih belum beraspal dan juga listrik PLN belum tersedia,” kata Uskup.

Prelatus yang juga piawai bermain gitar ini juga mengatakan bahwa banyak cara untuk berbagi kasih kepada sesama.  Salah satunya dengan mengadakan Perayaan Natal bersama anak-anak yang tidak “mengenal” orangtuanya.

“Kita bersyukur bahwa kelahiran Yesus di dunia bukan sebagai uskup, imam, presiden atau orang-orang hebat lainnya, tetapi dalam rupa bayi kecil, lemah dan tak berdaya. Namun, Ia menjadi hikmat bagi dunia. Dengan demikian,  Ia mau menunjukkan hikmatNya melalui pewartaan, belas kasih dan pengampunan tanpa batas,” ungkap Uskup.

Pesan Natal “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” (1 Korintus 1:30) hendaknya terus berkumandang mewarnai Pesta Natal, hari kelahiran Sang Juru Selamat ke dunia. “

Pesan Natal hendaknya sampai ke segala penjuru dunia, menembus hati setiap manusia, sehingga siapapun layak mengalami sukacita natal,” ungkap Mgr. Agus.

Dikemas menarik

Acara dibuka pada sore hari pukul 15.00 Wib dengan doa pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Setelah itu MC dari Surabaya yakni Kakak Sanjaya dan Kakak Tina, mengajak anak-anak untuk mengikuti ragam rangkaian acara seperti bernyanyi bersama Uskup Agus, pertunjukan sulap dari Soni, penampilan nyanyian Natal dari anak-anak panti, pembagian hadiah oleh Santa Claus dan suguhan aneka kue-kue Natal, minuman, es krim, dan sajian santap malam bersama.

Suasana sukacita Natal yang berlangsung dari pukul 15.00-19.15 WIB ini memberi kesan manis bagi Mary Kristi Galih Pratiwi.

21 tahun hidup di panti asuhan

Anak panti Teresa Bakti yang kini berumur 21 tahun ini mengaku terharu karena boleh mengalami kasih sayang yang tak terhingga dari para suster yang sudah merawatnya selama 21 tahun di Panti.

Gadis yang kini duduk di bangku SMA ini juga memberikan kesan akan sosok seorang uskup yang sangat dekat dengan anak kecil ini.

“Mgr. Agustinus Agus sayang dengan kami. Kami dari berbagai panti, boleh berkumpul bersama disini yang dikumpulkan oleh Uskup Agus untuk berbagi sukacita bersama. Di acara ini, kami bisa saling mengenal, berbagi kebahagiaan. Uskupnya ramah, peduli, cinta dengan anak-anak,”ungkapnya.

Menghibur, memberi atensi, menemani, dan menjadi orangtua bagi segenap anak panti.

Sr. Veronika Alma juga memberikan kesan positif atas acara Natal bersama ini. “Harapannya, semoga kegiatan ini, tahun depan ada lagi dan semakin ditingkatkan kembali dan bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi orang-orang yang punya kepedulian terhadap panti asuhan,”ungkapnya.

Di penghujung acara seluruh peserta menerima bingkisan Natal dari Mgr. Agustinus Agus Pr dan dari Romo Andreas Kurniawan OP. Setelah itu seluruh peserta, pembina dan panitia diundang untuk berfoto bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here