Tim Kerja Kepramukaan MPK Keuskupan Malang: Jambore Penggalang

0
464 views
Upacara Pembukaan Jambore.

BERDASAR pada Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara Republik Indonesia yang mempunyai arti berbeda-beda tetapi satu, maka Panitia Pelaksana Jambore MKKS Kota Malang mengangkat tema “Bersaudara dan Berbhinneka.” Ini mempunyai maksud agar para warga Pramuka yang berasal dari berbagai sekolah bersikap sebagai saudara dalam keanekaragaman dan perbedaan budaya  serta latar belakang agama dan keluarga seperti yang dikemukakan oleh Bapak Vincentius Martjadinata, Ketua Panitia Pelaksana Jambore.

Jambore yang dilaksanakan mulai hari Jumat sampai  Minggu tanggal 22-24 September 2014 di Bumi Perkemahan Coban Talun Bumiaji Kota Batu. Jambore ini  diikuti oleh 19 SMP swasta Kota Malang dari aneka yayasan pendidikan berbeda-beda. Ada yang berlatar belakang yayasan nasional, berlatar belakang agama Islam, dan yayasan berlatar belakang agama Katolik.

Semangat kebersamaan

Mereka terbagi dalam 19 regu perempuan dan 16 regu pria. Dalam pelaksanaan acara demi acara,  mereka dikelompokkan ke dalam empat pasukan perempuan dengan kode Merah, Biru, Hijau dan Kuning. Demikian pula peserta pria juga dibagi dalam empat pasukan pria dengan kode Merah, Biru, Hijau dan Kuning.

Di sinilah uniknya semangat bersama “Bhinneka Tunggal Ika”, karena mereka tidak lagi melihat asal usul sekolah, ataupun agama yang diyakini para peserta jambore. Tetapi mereka mempunyai satu tugas bersama yang harus dilaksanakan bersama-sama dalam pasukan dengan tuntas dan berhasil.

Dalam upacara pembukaan jambore, Ibu Lucia Ari yang juga Kepala Sekolah SMPK Santo Yusuf 2 Malang menyampaikan,  jambore ini dilakukan dalam rangka memupuk persaudaraan dan kesetiakawanan serta sebagai forum untuk berlatih bekerja bersama antar siswa peserta yang berasal dari berbagai sekolah.  Upacara pembukaan ini dilengkapi pula dengan unjuk kreasi budaya dari SMP-SMP peserta.

Ketua Panitia Jambore Ibu Lucia Ari.

Seperti pada umumnya kegiatan kepramukaan diisi dengan mendirikan tenda, baris-berbaris, olahraga dan membuat api unggun juga melatih peserta dengan membuat anyaman piring (regge), belajar membatik, seni melipat kertas (origami), membuat biopori di lahan milik Perhutani Malang, mencoba mendaur ulang minyak bekas, membuat dan bermain layang-layang serta membuat poster perdamaian semua kegiatan dikemas dengan suasana menggembirakan bagi peserta serius mencapai tujuan dan disiplin sebagai insan Pramuka.

Latihan praktik mendaur ulang.

Pembinaan spiritual keagamaan tetap mendapatkan porsi dari panitia, mereka yang beragama islam tetap dapat melaksanakan sholat lima waktu dan mengaji, sedangkan mereka yang beragama katolik pada pagi hari diajak melaksanakan ibadat harian dan malam hari diajak berdoa serta refleksi malam.

Penyelenggara Jambore Penggalang MKKS untuk  pertama kali ini adalah  Tim Kerja Kepramukaan MPK Keuskupan Malang, Yang menarik dalam jambore kali ini jugadilaksanakan pelantikan Pembina Mahir oleh Wakil Ketua Kwartir Pramuka Kota Malang.

Latihan membatik.
Membuat biopori di lahan Perhutani Malang.
Penjurian origami. (Ist)

Mereka adalah:

  1. Johanes Credo dari SMK Cor Iesu Malang.
  2. Nanik dari SMAK Frateran Malang.
  3. Martha SMAK Frateran Malang.
  4. Rustita SMPK Sang Timur Malang.
  5. Santi SDK Kolose Santo Yusuf 2 Malang.
  6. Murti SDK Sang Timur Pasuruan.

Catatan:

  • MPK: Majelis Pendidikan Katolik.
  • MKKS: Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Kota Malang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here