Jangan Melewatkan Kesempatan Kedua

0
230 views
Mendapat kesempatan kedua

Bacaan 1: Yeh 12:1-12

Injil: Mat 18:21 – 19:1

Seorang remaja Jeany, awalnya memiliki keluarga yang menyenangkan. Namun suatu saat, relasi orang tuanya memburuk dan berakibat terjadinya perceraian. Jeany lalu tumbuh sebagai remaja ‘broken home’ dan memutuskan hidup bersama ayahnya.

Seiring dalam waktu, Jeany mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari ayahnya. Jeany lalu pindah mengikuti ibunya. Setali tiga uang, di rumah ibunya pun ia mengalami hal yang sama.

Jeany sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena malu dengan obat-obatan hingga overdosis.

Namun Tuhan punya rencana lain.

Jeany mendapat kesempatan kedua dalam hidupnya, saat diajak teman mengikuti ‘youth gathering’ di gereja. Semangat hidupnya pulih kembali, dan memutuskan untuk melayani Yesus.

Sejak saat itu Tuhan memakai dia untuk menceritakan transformasi yang ia alami pada orang-orang yang di temuinya.

Dalam kisah perumpamaan, seseorang berhutang pada raja sebesar 10,000 Talenta (1 talenta = 6,000 Dinar) atau 60,000,000 Dinar. Jika upah sehari adalah satu Dinar atau sekitar Rp. 150,000 maka setara sembilan Triliun Rupiah, sungguh uang yang sangat banyak dan hampir mustahil terbayarkan.

Sejatinya orang tersebut dan keluarganya sudah habis hidupnya, untuk membayar hutangnya. Namun raja memberi kesempatan hidup kedua dengan menghapus seluruh hutangnya.

Sayang orang itu tidak mempergunakan kesempatan kedua tersebut dan memilih berlaku jahat terhadap orang lain yang berhutang padanya ‘hanya’ seratus dinar (Rp. 15,000,000) saja.

Akhirnya orang yang telah diampuni itu betul-betul habis hidupnya.

Bangsa Israel sebagai bangsa pemberontak Allah, sejatinya juga mendapatkan kesempatan kedua.

Allah mengutus Nabi Yehezkiel sebagai simbol untuk mengingatkan mereka, dengan harapan mau bertobat. Melalui tindakan ini, ia melambangkan nasib penduduk Yerusalem yang akan dihukum dalam pembuangan.

Firman-Nya, “Aku menjadi lambang bagimu; seperti yang kulakukan ini begitulah akan berlaku kepada mereka: sebagai orang buangan mereka akan pergi ke pembuangan.”

Sebagai bangsa pemberontak, bangsa itu tidak mau melihat dan mendengarkan firman-Nya.

Mendapat kesempatan kedua melalui peringatan simbolis namun tetap tak mau bertobat.

Pesan hari ini

Dengan wafat di kayu salib, Tuhan Yesus telah memberikan kesempatan kedua bagi kita semua. Manfaatkanlah dengan mendengarkan dan melaksanakan kehendak-Nya.

Hidup kita telah habis, namun mendapat kesempatan kedua.

“Akan selalu ada kesempatan kedua untuk orang yang berani mengakui kesalahannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here