Kasih Universal dan Individual

0
207 views
Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku, by Vatican News.

Injil hari ini (Yohanes 3: 16-21) berbicara tentang kasih. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3: 16).

Allah itu adalah kasih (1 Yohanes 4:7). Dia juga sumber kasih sejati yang menghendaki kehidupan; bukan kematian. Dia menciptakan segala sesuatu agar ada.

Karena itu, Dia mengasihi dunia secara keseluruhan, tanpa syarat dan diskriminasi. Dia menurunkan hujan untuk orang baik dan orang jahat (Matius 5:45). Kasih-Nya bersifat universal dan individual.

Allah tidak menghendaki manusia binasa, melainkan agar hidup dan selamat, termasuk orang jahat (Yehezkiel 33: 11).

Mengapa? Karena Dia itu sunber kehidupan dan hanya menghendaki kehidupan (Yohanes 3: 17).

Namun, Allah juga menghargai kebebasan manusia yang diharapkan menggunakannya untuk menerima dan menikmati kasih-Nya itu. Kasih itu bagaikan terang yang membuat manusia bisa menikmati keindahan.

Bagaimana tanggapan manusia terhadap kasih-Nya itu? “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” (Yohanes 3: 19).

Percaya akan kasih Allah yang diberikan melaui Yesus merupakan tanggapan yang diharapkan oleh Tuhan. Namun, banyak orang menolak untuk percaya, sehingga tetap hidup dalam kegelapan. Buah dari sikap itu adalah kebinasaan.

Allah mengasihi seluruh dunia, ciptaan-Nya. Dia menciptakannya supaya tetap ada. Demikian pula Dia menghendaki setiap manusia tetap ada, hidup, dan selamat.

Keselamatan itu dialami jika manusia percaya kepada kasih-Nya yang dicurahkan melalui Anak-Nya yang tunggal (Yohanes 3: 16). Jadi, kasih Allah itu universal dan individual.

Rabu, 19 April, 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here