Lima Implementasi Iman Romo A. Dirdjo SJ, Bisa Dipraktikkan Saat Pandemi

0
230 views
Romo Alex Dirdjo SJ. (Tommy)

ROMO Alexander Dirdjosusanto SJ atau kerap disapa dengan Romo Dirdjo adalah pastor ahli bidang spiritual dan penulis renungan harian tingkat internasional.

Sosok imam anggota Ordo Serikat Jesus (Jesuit) ini pernah belajar Maxi Sadhana (meditasi) bersama Romo Anthony de Mello SJ di India. Melalui renungan Romo Alexander Dirdjosusanto SJ, kita dapat meneladani implementasi iman, terutama di masa pandemi.

Inilah 5 implementasi iman dari Romo Alex Dirdjosusanto SJ yang bisa diterapkan saat pandemi:

Melakukan pemeriksaan batin atau meditasi

Di tengah situasi pandemi yang serba mendadak ini, kita merasakan kebingungan untuk beradaptasi dengan situasi yang masih tidak menentu ini. Hal itu disebabkan karena tidak ada fokus pada diri sendiri.

Oleh karena itu, meditasi penting dilakukan, karena selain lebih mengenal diri sendiri, dengan melakukan meditasi kita akan mendapat ketenangan batin dan semakin mengenal pencipta kita.

Meditasi membantu kita untuk tetap fokus pada diri sendiri sehingga kita tetap stabil dalam situasi yang tidak menentu ini.

Meditasi pada dasarnya merupakan cara untuk melatih fokus pikiran yang tidak berkaitan dengan agama apa pun, sehingga semua orang dapat melakukan meditasi.

Tidak menyerah pada keadaan

Seperti yang kita ketahui, munculnya pandemi membuat kesulitan-kesulitan baru juga ikut muncul. Terkadang muncul pula berita bunuh diri karena tak mampu menahan beratnya hidup.

Dalam salah satu renungan Romo Alex, ada satu kalimat yang sangat menarik. “Gam zeh ya’avor” yang berarti ini pasti akan berlalu.

Hal ini juga menunjukkan bahwa kesulitan yang kita lalui hari ini juga pasti akan berlalu. Pandemi ini memang terasa berat bagi semua orang, namun pandemi ini juga pasti akan berlalu dan keadaan akan kembali normal.

Mencintai diri sendiri

Pada masa pandemi, makin banyak pula waktu senggang yang kita miliki. Banyaknya waktu senggang tersebut menyebabkan pikiran buruk menjadi rawan muncul. Tak jarang pikiran buruk tersebut membuat kita menjadi rendah diri dan membenci diri sendiri.

Dalam renungannya, Romo Alex mengingatkan kita untuk menghayati keunikan dari diri masing-masing, bukan meniru orang lain karena kita diciptakan sebagai gambar Allah yang unik adanya.

Setiap diri kita berharga bagi Allah. Apabila kita meniru orang lain, kita tidak lagi menjadi citra Allah yang indah dan unik melainkan menjadi karikatur yang lucu dan aneh

Jangan menumpuk pekerjaan

Meskipun ditengah pandemi, kehidupan kita tidak serta-merta ikut berhenti begitu saja. Masih ada pekerjaan, tugas dan tanggung jawab yang harus kita kerjakan.

Pekerjaan dan tugas yang ada baiknya langsung dikerjakan agar tidak menumpuk.

Bekerja memanglah menyenangkan, bekerja juga merupakan salah satu cara mensyukuri rahmat Tuhan.

Tetapi, bekerja pun ada batas nya. Ada batas kemampuan, kapasitas dari setiap orang. Oleh karena itu, bekerjalah secukupnya dan jangan menumpuk perkerjaan agar tidak kewalahan dalam menyelesaikan tugas yang ada.

Jangan sampai bekerja terlalu memforsir diri sendiri hingga lupa untuk beristirahat.

Tidak melekat pada benda-benda duniawi

Dalam masa pandemi ini, kita dapat kehilangan ataupun mendapatkan sesuatu. Tentu saja kehilangan sesuatu terasa berat dan menyulitkan.

Namun dalam perenungannya, Romo Alex juga mengingatkan bahwa semua harta yang kita miliki saat ini adalah titipan dari Tuhan. Oleh karena itu, bila dalam masa pandemi ini kita mengalami kehilangan, jangan berlarut-larut dalam kehilangan tersebut.

Jangan melekat pada hal-hal duniawi dan sadari bahwa segala sesuatu dapat diambil kapan saja.

Nah, itu tadi adalah permenungan Romo Alex Dirdjosusanto SJ yang bisa kalian terapkan terutama dalam masa pandemi seperti ini.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here