Panduan Standar Mutu Sekolah dalam Pengelolaan Yesuit

0
35 views
Asosiasi Sekolah Jesuit di Indonesia (ASJI)

JESUIT Provinsi Indonesia telah merilis empat buku hasil Eksamen Karya untuk sekolah-sekolah yang dikelola Ordo Serikat Jesus Provinsi Indonesia. Buku tersebut:

  • Standar Mutu Pendidikan Sekolah Yesuit.
  • Pengembangan Kurikulum Berdasarkan Paradigma Pedagogi Ignatian.
  • Desain Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Yesuit.
  • Pedoman Tata Kelola Yayasan atau Perkumpulan.

Empat serangkai buku di atas itu sesungguhnya merupakan panduan standar mutu untuk mengevaluasi apakah reksa dan tata
kelola lembaga pendidikan Yesuit itu bersifat: formatif, apostolis, memiliki dasar legal formal yang kokoh, dan terjamin keberlanjutannya.

Di lain sisi, empat serangkai buku itu juga bisa menjadi pedoman untuk pengembangan lembaga pendidikan Yesuit secara berkesinambungan. Kekuatan empat serangkai buku tersebut terletak pada cara penyusunannya. Karena ditulis berdasarkan pada pengalaman konkret dan ideal bagaimana semestinya sebuah Kolese Yesuit dikelola.

Oleh karena itu, buku ini menawarkan pokok­-pokok cara bertindak yang bermutu (best practices), tetapi juga tetap menantang
untuk membangun standar ideal menurut semangat Santo Ignatius.

Ilustrasi: Murid-murid belajar di sekolah Yesuit. (FX Juli Pramana)
Ilustrasi – Para murid di sekolah Yesuit. (FX Juli Pramana)

Profil lulusan
Profil lulusan lembaga Pendidikan Yesuit yang ditandai dengan karakter competence, compassion, conscience, commitment kedalaman hidup rohani dan leadership. Semua itu mau dicapai dengan memadukan kurikulum kreatif, kompetensi guru yang terus ditingkatkan dan tata kelola lembaga yang baik.

Secara simultan keseluruhan proses ini merupakan sumber roh transformasi bangsa dan manusia yang memandang masa depan dengan penuh semangat.

Ilustrasi: Para murid SD 01 Nanga Mahap mengikuti Rekoleksi Masa Prapaskah. (Sr. Ludovika OSA)

Formasi spiritual dan pengembangan berkelanjutan
Konteks formasi bagi kaum muda secara berjenjang dan berkelanjutan oleh Serikat Jesus Provinsi Indonesia itu ditanda dengan formasi spiritual dan pengembangan berkelanjutan.

Menjaga dan mengembangkan identitas sekolah Yesuit bergantung kepada pemilihan anggota yayasan, kepala sekolah, guru,
staf, dan petugas administrasi, serta pada formasi spiritual yang mencukupi tentang kharisma dan pedagogi Ignatian.

Konsekuensinya adalah para Yesuit harus melayani para rekan kerja awam dan mitra professional; dengan memberi pendampingan spiritual
melalui pengalaman Latihan Rohani St. Ignatius.

Di sinilah letak pentingnya formasi spiritual dan pengembangan berkelanjutan bagi sekolah-sekolah Yesuit. Penerapan formasi spiritual dan pengembangan berkelanjutan dalam sekolah-sekolah Yesuit adalah sebagai berikut:

  • Pola perekrutan SDM dan program yang efektif untuk formasi rekan kerja secara spiritual dan profesional melanggengkan
    identitas sekolah Yesuit.
  • Sekolah Yesuit mengembangkan rencana formasi spiritual Ignatian bagi yayasan, kepala sekolah, guru, dan staf.
  • Pimpinan sekolah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjamin bahwa pemimpin sekarang dan masa depan dibentuk melalui pelatihan-pelatihan, pertemuan­-pertemuan, dan seminar­-seminar ASJI (Asosiasi Sekolah Yesuit Indonesia) dalam koordinasi dengan
    Komisi Pendidikan SJ atau Delegatus Educationis SJ.
  • Para Yesuit memiliki tanggung jawab khusus untuk berpartisipasi dalam program pengembangan spiritual yang ditawarkan oleh sekolah bagi yayasan, guru, siswa dan komunitas sekolah yang lebih luas.
Ilustrasi: Latihan Rohani. (Ist)

Pusat pendidikan iman

Sekolah Yesuit berusaha untuk menjadi pusat pendidi­­­­­kan dan pusat pendidikan iman bagi para siswa, alumni, keluarga, dan
masyarakat sekitar. Dalam formasi spiritual sekolah Yesuit, Latihan Rohani menjadi sumber utama. Ordo Serikat Yesus memiliki karya­-karya yang ditandai oleh “pengalaman spiritual” yang mendalam melalui Latihan Rohani.

Latihan Rohani, dasar utama pendidikan Yesuit
Dalam pendidikan Yesuit, Latihan Rohani sebagai pengalaman iman menjadi dasar kuat dalam melihat tujuan pendidikan dan metodologi pengajaran. Karakteristik pendidikan Yesuit dan Pedagogi Pendidikan Ignatian didasarkan pada Latihan Rohani St. Ignatius.

Dengan demikian, Latihan Rohani sebagai dasar utama pendidikan Yesuit perlu dipahami dan dialami oleh semua pribadi yang terlibat di dalam pendidikan Yesuit. Penerapan formasi spiritual, khususnya Latihan Rohani dalam konteks sekolah Yesuit adalah sebagai berikut:

  • Anggota Yayasan, kepala sekolah dan wakilnya, serta para guru memiliki sarana dan kesempatan dan didorong mengalami Latihan Rohani; terutama metode Ignatius tentang diskresi.
  • Mereka yang terlibat dalam pelayanan pendidikan Yesuit memiliki kesempatan retret tahunan, bimbingan rohani, dan bantuan rohani lain.
  • Semua orang yang berkarya di ranah pendidikan dan formasi dari sekolah Yesuit tumbuh dalam kebiasaan dengan konsep dan tujuan yang dinyatakan dan dijelaskan dalam Karakteristik
  • Pendidikan Yesuit dan pedagogi Ignatian.

PS: Dikutip dari Pedoman Tata Kelola Sekolah Yesuit terbitan Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (2017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here