Pembaharuan  Janji Setia Para Fransiskan dan Fransiskanes Pontianak

0
35 views
Pembaharuan janji setia religius para Fransiskan dan Fransiskanes di Pontianak, April 2024. (Br. Dinus Kasta MTB)

HARI Jumat, 19 April 2024, menggelar acara Pembaharuan Janji setia kepada Gereja. Perhelatan tersebut dilaksanakan di Rumah Retret  Immaculata SFIC di Jl. AR Hakim No. 104, Kota Pontianak.

Hadir pada acara itu sekitar 200 peserta. Mereka adalah  biarawan/biarawati  dari kongregasi; OFMCap, MTB, KFS, SFD, SMFA, SFIC, serta dari Ordo Fransiskan Sekular (OFS) yang ada di Pontianak. Acara dimulai dengan minum bersama pada pukul 15.00; dilanjutkan dengan rekoleksi dan ditutup dengan perayaan Ekaristi.

Mari kita mulai lagi

Pukul 15.30 WIB, acara diisi dengan rekoleksi oleh Pastor Desi OFMCap. Mendalami tema pertemuan ini: “Mari kita mulai lagi, karena kita belum berbuat apa-apa”.

Sebelum pada inti tema, Pastor Desi mengingatkan kembali mengapa janji setia dilaksanakan bulan April, tanggal 16 atau sekitar tanggal tersebut. Mengutip tulisan Pastor Rikard Selan OFM dalam sebuah laman, ada berbagai versi peristiwa mengenai tanggal itu. Pada intinya membaharui janji setia ini lahir dari sebuah tradisi.

Misalnya beberapa Saudara -sebutan untuk pengikut Fransiskus Assisi– mengacu pada peristiwa permohonan pengesahan Anggaran Dasar Pertama oleh Fransiskus dan para Saudara Pertama kepada Paus Innocentius III di Roma.

Peristiwa itu diperkiraan terjadi pada musin semi tahun 1209–1210. Musim itu terjadi bulan April. Sebagian para Saudara beranggapan bahwa janji setia tersebut mengacu pada peristiwa bergabungnya Petrus Cattani dan Bernardo Quintavele dengan Fransiskus. Bahwa kemudian Fransiskus mengajak mereka pergi ke gereja untuk membuka Injil, karena ditanyai mereka berdua tentang bagaimana mereka menjalani hidupnya.

Sedangkan tanggal 16 April atau sekitar tanggal itu menjadi kesepakatan bersama Fransiskan-Fransiskanes Indonesia, setelah Pastor Vitalis Nonggur OFM menyampaikan pandangannya pada suatu pertemuan di Jogjakarta. Katanya saat itu, tanggal 16 April dapat menjadi landasan  dasar penentuan tanggal Pembaharuan Janji Setia Fransiskan–Fransiskanes Indonesia kepada Gereja. Pada hakikatnya, setia kepada Gereja berarti bahwa Fransiskus menginginkan peraturan atau pedoman utama bagi persaudaraannya adalah Injil; bukan yang lain. 

Dis amping itu semua, acara janji setia kepada Gereja menegaskan bahwa Fransiskan-Fransiskanes akan selalu menghormati dan menghargai para pemimpin Gereja: Paus, Uskup dan para imam pada umumnya.

Pembaruan janji religius para Fransiskan di Pontianak, April 2024 difasilitasi oleh Pastor Desi OFMCap dan Vikjen KAP Pastor William Chang OFMCap. (Br. Dinus Kasta MTB)

Mari kita mulai lagi

Lebih lanjut, Pastor Desi, menjelaskan bahwa kata-kata “Mari kita memulai lagi, karena kita belum melakukan apa-apa” itu juga diucapkan oleh Bapak Kemiskinan dari Assisi saat menjelang akhir hidupnya. Hal itu bermakna, kita sebagai pengikutnya harus senantiasa memperbaharui diri untuk menjadi lebih baik.

Tidak ada alasan untuk tidak memperbaharui diri. Lebih lanjut dijelaskan pula dengan mengutip ajakan Paus, bahwa tidak ada kata terlambat. Selalu ada kemungkinan untuk memulai lagi. Teguhkan hati. Selalu ada kemungkinan untuk mengambil langkah maju. Di sinilah inti pertobatan.

Tentang “mulai lagi” itu, ada beberapa Saudara mensyeringkan pengalamannya. Secara garis besar syering mereka begini:

Terkesan dengan kata “tidak ada kata terlambat”. Dalam pengalaman hidup, kadang merasa bahwa telah melakukan hal-hal baik, namun kadang merasa juga telah melakukan kesalahan, hingga merasa tidak mampu lagi. Kata penyemangat “tidak ada kata terlambat”, membangkitkan semangat untuk maju lagi. (Fr. Hendro OFMCap)

Dalam menjalani hidup panggilannya, bruder menumpukan harapannya kepada Yesus. Menghayati perjalanan panggilannya  sebagai wahana belajar, dan yakin bahwa dengan kasih-Nya, Tuhan menunggunya untuk menjadi lebih baik. (Br. Dismas OFMCap)

Suster merasa bersyukur atas persaudaraan antara para Saudari di Kongregasinya: SFIC. Para Saudari sangat mendukung hidup panggilannya. Dalam situasi yang terpuruk dan merasa tidak ada harapan, para Saudari menguatkannya. Dengan doa, meditasi, refleksi, dan motivasi, para Saudari di sekitarnya, ia mampu melihat hal-hal baru dan merasa didorong untuk memperbaharui diri. Tuhan memberi kesempatan untuk selalu menjadi lebih baik. (Sr. Ela SFIC)

Moses dan Donatus adalah anggota Ordo Fransiskan Sekular Pontianak. Sdr. Moses mewakili anggota KFS mengucapkan terimakasih dapat turut hadir dalam acara ini. Selain merasa dikuatkan, ia dan teman-temannya dapat memperoleh tambahan pengetahuan tentang ke-Fransikan-an. Pernyataan itu didukung oleh Sdr. Donatus yang berharap untuk dapat menghidupi janji kesetiaan yang diucapkannya. Dalam tayangan slide terakhir, Pastor Desi mengajak yang hadir untuk start sekali lagi dan menghidupi apa yang kita janjikan. (Sdr. Moses OFS dan Sdr. Donatus OFS)

Pembaharuan Janji Fransiskan

Pembaharuan Janji Setia Fransiskan-Fransiskanes Pontianak (KEFRAP) kali ini diterima oleh Pastor William Chang OFMCap. Terlaksana dalam perayaan ekaristi kudus. Pada kesempatan ini, Pastor William Chang -Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Pontianak- mewakili Bunda Gereja.

Sebelum pembaharuan janji, Pastor William menyatakan berikut ini:” Saudara-saudari, tiba saatnya Anda sekalian akan meyatakan janji setia kalian kepada pangkuan Bunda Gereja yang kudus. Maka saya, atas nama Gereja yang Kudus, akan menerima janji setia Anda sekalian ikrarkan”. Para Fransiskan-Fransiskanes Pontianak yang hadir dengan sikap berdiri, mengucapkan janji setia secara bersama.

Dalam kotbahnya, Pastor William menekankan pentingnya Ekaristi Kudus. Dijelaskan bahwa dalam Ekaristi Kudus, dengan menerima Darah dan Tubuh Kristus, kita dikuatkan. Tidak akan lapar lagi secara rohani. “Ekaristi merupakan sumber hidup dan jantung hidup panggilan kita,” demikian paparnya. “Melalui Darah dan Tubuh Kristus yang kita terima, kita semua dimampukan untuk mengubah diri untuk menjadi manusia baru,” imbuhnya.

Di akhir kotbahnya, Pastor William Chang OFMCap mengajak para Fransiskan-Fransiskanes yang hadir dalam acara ini untuk memiliki semangat pertobatan dengan selalu memulai lagi, memperoleh hidup kekal.

Seluruh rangkaian acara Pembaharuan Janji setia ini ditutup dengan ucapan terimakasih Br. Pio OFMCap mewakili panitia dan makan bersama. Menu makanan disediakan oleh semua Kongregasi/Ordo yang ada di Pontianak.

Pontianak, 22 April 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here