Museum MTB Singkawang, Saksi Sejarah Misi Para Bruder Maria Tak Bernoda di Kalbar

0
731 views
Bruder Greg MTB tengah menerangkan jubah seragam para bruder MTB. (Royani Lim)

KETIKA mengunjungi Singkawang alias Kota Seribu Kelenteng, objek wisata rohani yang dikunjungi biasanya Gereja Paroki Santo Fransisikus Assisi yang dikenal sebagai Gereja Ayam dan Biara Susteran Slot. Tempatnya bersebelahan di Jalan Pastoran.

Sekarang di dekat situ ada satu tempat yang patut disinggahi: Museum MTB (Maria tak Bernoda) yang aslinya bernama Museum Mgr. H. Van Hooy Donk.

Sejarah misi para Bruder MTB

Museum ini menyimpan aneka barang memorial yang menyangkut sejarah Konggregasi Bruder MTB (Maria Tak Bernoda). MTB merupakan kongreasi para bruder dengan nama resmi Maria Tak Bernoda (MTB).

Generasi pertama para Bruder MTB ini melakukan misi mereka yang pertama di bumi Kalimantan Barat pada tahun 1921.

Jejak-jejak sejarah misi karya besar para bruder MTB ini hingga sekarang masih terasa kental. Itu antara lain dengan hadirnya sekolah-sekolah yang pernah didirikan oleh para Bruder MTB.

Sekolah-sekolah Bruder itu –demikian biasa disebut– tersebar di beberapa kota seperti di Pontianak dan Singkawang –keduanya di Kalimantan Barat.

Sejarah perjalanan misi para Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) generasi awal di bumi Kalimantan Barat. (Royani Lim)
Sejarah masa silam tidak hanya muncul dalam bentuk tulisan atau foto, melainkan juga terekam pada aneka ‘saksi bisu’ seperti benda-benda memorial ini. (Royani Lim)

Merintis berdirinya Museum MTB

Adalah Bruder Gregorius Budi SN MTB alias Bruder Greg –demikian panggilan akrabnya– yang menggagas pendirian Museum MTB ini. Bruder Greg adalah seorang pecinta seni dan budaya.

Ia mengaku tak sampai hati melihat aneka barang peninggalan para pendiri bruder di Kalimantan Barat hanya disimpan dan teronggok begitu saja di biara-biara MTB.

“Sejarah yang menyelimuti setiap benda tersebut akan hilang,  jika tidak disajikan kepada publik. Selain itu, barang-barang bernilai historis tersebut juga perlu mendapatkan perawatan khusus supaya tidak rusak,” demikian penjelasan Br. Greg kepada Sesawi.Net yang berkesempatan mengunjungi Museum MTB pertengahan Juni 2017 lalu.

Itulah sebabnya, sejak tahun 2010 lalu hingga sekarang, Bruder Greg mulai mengumpulkan segala benda memorial dan aneka benda antik lainnya untuk dikoleksi dan kemudian dipajang untuk konsumsi publik dalam format kemasan  pameran. Hal ini dilakukan,  segera setelah dia mendapatkan lampu hijau dari Kongregasi MTB.

Museum yang belum sepenuhnya jadi ini sekarang menempati tiga ruang di Bruderan MTB Singkawang. Lokasinya berada persis bersebelahan dengan Gereja Ayam Singkawang.

Aneka benda memorial peninggalan para bruder MTB generasi awal ketika mulai bermisi di kawasan Kalimantan Barat sejak tahun 1921.

 

Sebagai penggagas berdirinya Museum MTB di Singkawang ini, Bruder Greg MTB juga menjadi pemandu andal. Layaknya pemandu wisata, bruder kelahiran Jakarta ini juga mampu secara detil menerangkan kepada para pengunjung tentang benda-benda memorial peninggalan para bruder MTB generasi awal saat memulai misi mereka di Bumi Kalimantan Barat. (Royani Lim)
Karya seni milik para bruder Maria Tak Bernoda (MTB) yang berkarya di Kalimantan Barat. (Royani Lim)

Barang-barang bersejarah yang disajikan itu jelas merupakan saksi bisu atas sejarah misi tentang bagaimana perjuangan para bruder  MTB generasi pertama memulai karyanya di Kalimantan Barat. Koleksi yang dimiliki Museum MTB ini meliputi aneka pernak-pernik barang seperti alat devosi mungil sampai alat transportasi zaman dahulu berupa sepeda motor yang dulu pernah digunakan oleh para bruder misionaris MTB.

Sebagian koleksi itu diletakkan secara terbuka.  Sebagian lagi ditampilkan dalam lemari kaca.

Desain lemari-lemari  ini dirancang oleh Bruder Greg sendiri dan modelnya lalu minta dibuatkan oleh seorang umat yang pernah belajar di sekolah pertukangan bruderan.

“Ada juga koleksi benda memorial hasil sumbangan  umat yang memiliki barang kuno seperti mesin hitung zaman dulu,” kata Br. Greg yang lahir di Jakarta ini.

Sebagian lantai dua Biara MTB Singkawang ini nantinya juga akan dijadikan ruang museum. Hanya saja, hingga pertengahan Juni 2017 kemarin, projek pembangunan tahap kedua itu belum jelas kapan bisa diselesaikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here