Percik Firman: Bermufakat Jahat

0
127 views

Senin dalam Pekan Suci, 6 April 2020

Bacaan Injil: Yoh 12:1-11

“Imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus” (Yoh 12:11)

Saudari/a ku ytk.,

ADA seseorang yang iri hati akan keberhasilan dan karier temannya di kantor. Dengan berbagai cara ia berusaha menjatuhkan karier temannya itu. Cara yang dipakai pun tidak wajar. 

Tidak hanya teman itu yang diserang, anggota keluarga temannya itu pun juga diserang dengan sesuatu yang tidak masuk akal. Iri hati ternyata bisa berefek panjang dan merembet ke orang yang tidak bersalah.

Dalam ajaran Gereja Katolik ada yang namanya dosa pokok atau dosa yang mematikan. Dosa pokok adalah dosa-dosa yang mengakibatkan dosa-dosa lain dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1866, dosa-dosa pokok itu, meliputi: kesombongan, ketamakan, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, kemalasan, dan iri hati.

Iri hati adalah suatu kekecewaan / kecemburuan atas keuntungan atau kesuksesan orang lain dan menghendakinya untuk dimiliki sendiri dengan cara yang tidak adil. Santo Gregorius Agung mengatakan bahwa iri hati menimbulkan kedengkian, fitnah, dan gembira atas kesengsaraan sesama. Lawannya adalah kebaikan hati. 

Bacaan Injil hari ini mengisahkan sikap orang Farisi yang iri hati akan karya Yesus yang moncer dan berhasil. Bahkan Yesus sukses membangkitkan Lazarus. Akibatnya orang banyak tertarik dan kagum pada Yesus. Mereka meninggalkan imam-imam kepala dan orang Farisi. 

Imam-imam kepala bermufakat jahat untuk membunuh Lazarus juga, sebab gara-gara dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Pertanyaan refleksinya, pernahkah Anda iri hati terhadap orang lain? Apa yang Anda lakukan saat iri hati terhadap teman? Mari kita hilangkan sikap iri hati dalam diri kita dan mari belajar ikut gembira dan bangga akan kesuksesan orang lain. 

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

Paskah makin mendekat, mari kita bertobat. # Y. Gunawan, Pr

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here