Sabda Hidup: Sabtu, 6 Februari 2016

0
1,292 views

Peringatan Wajib St. Paulus Miki

warna liturgi Merah

Bacaan

1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11,12,13,14; Mrk. 6:30-34. BcO Kej. 37:2-4,12-36.

Bacaan Injil: Mrk. 6:30-34.

30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Renungan:

SUATU kali sepulang sekolah seorang anak mendekati mamanya. Ia menceritakan segala sesuatu yang terjadi di sekolah. Setelah mendengarkan semua cerita anaknya, sang ibu pun mengajak anak itu untuk minum dan makan. Setelah makan sang ibu akan menuntunnya untuk beristirahat. Anak pun mengikuti ajakan ibunya.

Para murid menceritakan segala yang mereka alami setelah diutus oleh Yesus. “Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan” (Mrk 6:30). Setelah mendengarkan semuanya Ia mengajak mereka untuk menyepi. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” (Mrk:31).

Ada banyak hal yang bisa menjadi bahan cerita kita. Setiap malam mungkin kita ingin bercerita tentang semua kejadian yang kita alami kepada Tuhan. Tuhan pasti mendengarkan kisah kita. Namun sebagaimana seorang ibu Ia akan mengajak kita masuk dalam keheningan dan istirahat. Kita diajak membatinkan pengalaman kita dalam keheningan.

Kontemplasi:

Bayangkan kisah dalam Injil Mrk. 6:30-34. Bayangkan dirimu sebagai para murid.

Refleksi:

Bagaimana menjaga keseimbangan antara berkisah dan membatinkan kisah?

Doa:

Tuhan terima kasih telah selalu mendengarkan kisah-kisahku. BersamaMu aku akan membawanya dalam keheningan batin. Amin.

Perutusan:

Aku akan membatinkan kisah-kisah hidupku. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

http://www.kas.or.id/index.php/2016/02/04/sg-prapaskah-2016/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here