Semangat Berkontribusi bagi Hidup Sesama

0
40 views
Ilustrasi: Membantu Ibu by Romo Suhud SX.

SUMBANGAN yang diberikan bagi hidup bersama senantiasa memiliki nilai yang besar.

Ada seorang penjaga mata air yang tinggal di sebuah dusun. Pak tua itu dipekerjakan oleh dewan kota untuk membersihkan kotoran di dalam kolam-kolam air di celah-celah gunung yang memasok mata air yang mengalir ke kota.

Dengan setia ia mengitari bukit-bukit, menyingkirkan daun-daun dan ranting-ranting.

Ia juga membuang lumpur yang bisa menyumbat dan mengotori aliran air bersih. Tak lama berselang, dusun itu menjadi daya tarik orang. Angsa-angsa berenang di sepanjang sungai yang jernih dan tenang tersebut. Tanah pertanian di sekitarnya diairi dengan baik.

Tahun-tahun berlalu. Suatu pagi, dewan kota mengadakan rapat. Ketika mereka melihat anggaran belanja, mata seseorang tertuju pada gaji yang mesti dibayarkan kepada penjaga mata air yang tidak pernah kelihatan itu.

Sang pengawas keuangan berkata, “Siapa sih Pak Tua itu? Mengapa kita terus saja mempekerjakannya tahun lepas tahun? Tidak ada seorang pun yang pernah melihatnya.”

Yang lain juga menimpali, “Ya, setahu saya juga penjaga mata air itu tidak terlalu memberi manfaat. Sepertinya kita tidak memerlukannya lagi.”

Setelah mengadakan pemungutan suara, akhirnya dengan bulat mereka sepakat untuk menghentikan Pak Tua dari pekerjaannya. Selama beberapa minggu tidak ada perubahan. Namun, memasuki musim gugur, daun-daun mulai rontok.

Carang-carang kecil jatuh ke kolam-kolam lalu terbawa sampai ke sungai, menghalangi air bersih. Beberapa hari kemudian, air makin keruh sehingga orang-orang kota tidak lagi bisa menikmati air yang bersih dari pegunungan.

Angsa-angsa pergi karena tak tahan dengan sungai yang berbau. Wisatawan yang tadinya berdatangan untuk menikmati pemandangan, tiba-tiba mulai tidak menyukai tempat itu. Tanah-tanah pertanian pun tidak sebaik yang dulu lagi.

Melihat dampaknya, dewan kota kehilangan muka. Menyadari kesalahan yang besar, mereka langsung menghubungi si penjaga mata air dan kembali mempekerjakannya. Dalam beberapa hari saja, sungai yang membawa kehidupan bagi banyak orang tersebut mulai jernih kembali.

Sering orang merasa suatu pekerjaan yang kecil kurang bermanfaat. Hanya pekerjaan-pekerjaan besar yang bermanfaat dan membuat orang semakin populer. Karena itu, orang menganggap remeh orang-orang yang mengerjakan suatu pekerjaan kecil dan kotor.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk terus-menerus memberi penghargaan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang tampak kecil dan kurang bermanfaat bagi banyak orang. Penjaga mata air itu melakukan pekerjaannya dengan setia.

Ia tidak peduli akan penilaian orang terhadap dirinya. Yang penting baginya adalah sungai itu menjadi bersih dan orang-orang merasakan nikmatinya air bagi kehidupan.

Orang beriman mesti tetap setia pada apa yang sedang dikerjakannya, kecil atau besar. Ketika kita setia mengerjakannya, kita tidak terpengaruh oleh penilaian orang terhadap diri kita.

Biarlah kesuksesan dari karya kita yang memberikan kesaksian atas apa yang kita lakukan.

Kita tidak perlu berkecil hati, ketika kita dianggap kurang berhasil dalam karya-karya kita. Penilaian yang minor dari orang lain itu dikarenakan mereka tidak tahu apa yang sebenarnya sedang kita lakukan.

Mari kita mengerjakan hal-hal kecil dengan kesetiaan yang besar. Dengan demikian, kita mampu membahagiakan banyak orang. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here