Tiga Puisi Mikhael Wora

1
922 views

SILIH

MASIH terbujur kaku dalam jeruji duka

Rajutan jari-jemari benci menutupi wajahku

Mungkin terantuk dua hari yang lalu

Pada sebongkah batu silih

Perih…

Hingga kini aku ingin mencari

Tempat penyanggah hati

Tanpa lilitan ranting-ranting berduri

(Puncak Scalabrini, 3/8/2016)

——————

KURBAN

Sembelihan lembu belia tujuh rupa

Dibakar tuntas di perapian dosa

Hembusan nafas wangian dupa-Mu

Berulang menyusup penuh paru-paruMasih kukenal jelas baunya

Menebar aroma khas jarahan doa

(Puncak Scalabrini, 20/8/2016)

—————-

PERJAMUAN

Berayunku dalam pangkuan mentari

Seraya dijamu pada pesta sunyi

Sejak tadi

Rupa-Mu terpasung di dinding cawan emas

Berteman roti tubuh hasil bumi

Adonai…

Sadarkan aku dari altar bundar putih-Mu

Kala pialaku dituang kedua kali

Karena tak jenuh aku merindu anggur

Yang pernah dikecap bibir manis-Mu

(Puncak Scalabrini, 14/8/2016)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here