Hari Studi Bersama Komisi PSE Keuskupan Agung Palembang: Berkat Tuhan Itu untuk Semua Khalayak (2)

0
87 views

DIREKTUR Karitas Indonesia Romo Fredi Rante Taruk Pr dari Keuskupan Agung Makassar memandu acara di hari terakhir kegiatan Hari Studi Bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Palembang (Komisi PSE KAPal).

Acara ini berlangsung di Aula Wismalat Podomor, Kabupaten Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (6/3/2020).

Kegiatan Hari Studi Bersama Komisi PSE KAPal telah berlangsung selama empat hari.

Di hari terakhir itu, Romo Fredi Rante Taruk mengajak para peserta  berdiskusi dalam masing-masing cabang Koperasi Kredit (Kopdit) membicarakan tindak lanjut dari apa yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.

Diskusi membicarakan seputar kerjasama, komitmen, kolaborasi dan kemitraan setiap cabang Kopdit KAPal.

Catatan akhir

Setelah berdiskusi, para peserta masing-masing kopdit menyampaikan hasil diskusi mereka, kemudian pendalaman, rangkuman, kesimpulan dari Romo Fredi dan penegasan dari Ketua Komisi PSE KAPal.

“Tujuan dari Kopdit atau pun Credit Union (CU) adalah pemberdayaan bagi masyarakat luas. Mulailah dari yang standar. Kopdit yang besar harus bekerjasama dan membantu Kopdit-kopdit kecil. Jika Kopdit KAPal ingin berkembang, maka sistim tata kelola dan mindset harus diubah sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

“Cabang-cabang Kopdit pun harus bekerjasama dengan Pastor Paroki setempat, dan Pastor Paroki diharapkan menjadi penggerak dan motivator dari Kopdit yang ada. Dengan demikian, Kopdit dan CU tidak dapat dipisahkan dari paroki setempat,” tegas Romo Fredi Rante Taruk saat pendalaman diskusi.

Sementara, Romo Bonifasius Djuan menegaskan kembali dalam kata penutup kegiatan Hari Studi Bersama Komisi PSE KAPal berikut ini.

“Kegiatan Hari Studi Bersama ini dilaksanakan untuk yang kedua kalinya. Dalam kegiatan ini, yang diharapkan dari para peserta ialah merefleksikan kembali aktivitas CU sembari kembali mengingat visi dan misi, memperoleh wawasan tentang tata kelola CU,” paparnya.

Alasan dilaksanakan kegiatan ini, karena melihat ada beberapa CU di KAPal yang kurang sehat.

PSE KAPal mencirikan pembinaan masyarakat, terlebih pengembangan berkelanjutan, mengadakan kegiatan sosial ekonomi yang bermartabat.

Para anggota dari setiap CU bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek karena setiap anggota mempunyai potensi untuk maju dan berkembang.

Dengan demikian, PSE KAPal adalah salah satu komisi perpanjangan tangan Uskup dalam pelayanan Gereja. Tidak hanya diperuntukkan untuk umat Katolik, tetapi terbuka bagi seluruh masyarakat.  

“Berkat Tuhan itu bukan hanya untuk umat Katolik, tetapi untuk seluruh masyarakat,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here