Mimpi Ketabrak, Esoknya Benar-benar Tertabrak

0
417 views
Ilustrasi - Kecelakaan tertabrak motor

BAPERAN-BAcaan PERmenungan hariAN.

Rabu, 6 April 2022

Tema: Percaya Saja.

Bacaan

  • Dan. 3: 14-20, 24-25, 28.
  • Yoh. 8: 31-42.

“Apa kabar Pak? Saya mendengar beberapa lalu jatuh dan sakit.”

“Iya Romo. Tapi tidak apa-apa. Tuhan menyelamatkan saya. Saya masih diperkenankan hidup.”

“Bagaimana peristiwanya?”

“Iya. Saya sedang berdiri di pinggir jalan. Saya ingin menyeberang. Kalau mutar, jauh. Saya memarkirkan motor saya. Dan saya ingin menyeberang.

Baru beberapa langkah rupanya ada anak muda yang ugal-ugalan; menyempret. Saya jatuh sedikit. Ada luka tetapi tidak apa-apa.

Untung saya cepat ditolong dengan beberapa orang dan dibawa ke rumah sakit.”

“Romo, dari mana tahu?”

“Dari rumah sakit. Ada yang melaporkan bahwa bapak mengalami sedikit kecelakaan.”

“Untung saya baru melangkah. Seandainya saya sudah agak jauh, mungkin saya tidak bisa diselamatkan.

Tapi sebelumnya memang saya bermimpi.”

“Mimpi?”

“Saya sedang berjalan sambil memegang rosario ke sebuah taman. Saya ingin berdoa sejenak. Tiba-tiba ada yang menarik saya dari belakang dan terdengar suara seperti sepeda motor yang jatuh.

Saat itu saya lebih kencang memegang rosario dan berkata, ‘Bunda tolonglah aku.’

Dan keesokan harinya saya mengalami peristiwa itu. Saya percaya Bunda Maria yang menolong saya.”

“Yakinkah?”

“Saya yakin Romo. Keluarga saya sangat devotif. Setiap malam, kami berdoa rosario bersama dan sudah lama kami lakukan. Semua anak-anak ikut.”

Dan kalau saya lihat ke belakang memang sejak saya dibaptis dengan pasangan saya tiada hentinya. Saya kagum pada sosok Bunda Maria.

Kekaguman saya itu setelah saya mendengar dan membaca sendiri bagaimana Bunda Maria setia mengikuti Tuhan sampai di bawah kaki salib Yesus.

Saya tak bisa membayangkan penderitaannya, namun tetap mengikuti Yesus.

Kami pun membiasakan diri untuk mengantongi butir rosario di dalam saku baju kami.

Dan itulah yang ingin kami tiru sejak kami dibaptis. Kami menyerahkan seluruh perjalanan keluarga kami kepada Bunda.

Dan kami berjanji untuk tetap setia pada iman kami. Apa pun Yang Terjadi.

Dan kami bersyukur keluarga kami telah menerima Tuhan sebagai Juruselamat.”

“Syukurlah kalau demikian bapak. Saya senang dengan keuletan bapak sekeluarga telah menjadi orang kristiani. Apa pun yang terjadi tetap  mencontoh bagaimana Bunda sendiri setia kendati duka.”

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” ay 31b-32.

Tuhan, mampukan kami lebih taat pada Firman Kebenaran Putera-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here