Puncta 15.01.21: Belajar Kerjasama dari Semut

0
217 views
Ilustrasi-Koloni Semut (Andrey Armyagov)


Markus 2: 1-12

KELUARGA semut sudah hidup sejak zaman dinosaurus. Mereka tetap eksis sampai sekarang. Semut selalu ada dimana-mana dan dalam kondisi apa pun.

Apa yang membuat mereka bisa bertahan hidup? Jawabannya adalah kerjasama.

Semut hidup dalam koloni. Mereka rukun, kompak dan solid. Kerjasama antar semut dinilai yang paling hebat dari seluruh binatang. Mereka saling membagi tugas; ada yang menjadi komandan, prajurit, pekerja, ratu yang tugasnya hanya bertelur, bahkan ada yang menjadi pengawas.

Kendati tugasnya berbeda-beda namun mereka mendapat jatah makanan yang sama. Semut prajurit mengawasi sekelompok semut pekerja yang membawa makanan ke sarang.

Ketika ada yang kelelahan, semut prajurit menggantikan temannya. Kepala semut akan membagi makanan dan menjaga ketertiban mereka.

Kerjasama itu berlangsung dari generasi ke generasi, dari zaman ke zaman tetap terjaga sampai sekarang. Semut tetap eksis dan tidak punah.

Semut ini menginspirasi kita semua. Untuk dapat bertahan, kita harus bekerjasama dengan orang lain. Kita juga harus belajar beradaptasi dengan lingkungan dan tempat kita hidup.

Selalu berpikir kreatif menghadapi masalah dan tidak hanya mengeluh saja.

Meskipun kita lemah, namun jika kita bekerjasama, maka kita akan kuat. Walaupun kita kuat tetapi kalau tidak mau bekerjasama, maka akan rapuh, hancur dan gagal.

Saya kagum terhadap empat orang yang menolong si lumpuh. Mereka solid dan kompak bekerjasama.

Mereka ini kreatif, tidak menyerah kepada keadaan dan hambatan. Mereka punya niat besar untuk menolong si lumpuh.

Ketika mereka tidak dapat membawa masuk karena orang banyak, mereka menemukan ide kreatif; membuka atap dan menurunkan si lumpuh dengan tilam, tepat di depan kaki Yesus.

Mereka mampu beradaptasi dan berpikir kreatif. Yang penting tujuan mereka tercapai, si lumpuh dapat disembuhkan.

Melihat usaha mereka itu, Yesus tergerak hatinya dan berkata, “Bangunlah dan angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu.”

Sekecil apa pun usaha kita, pasti akan dihargai Tuhan. Jangan mudah menyerah dan mengeluh. Never give up bro….

Matahari sedang bersinar redup.
Burung-burung di pohon ramai berkicauan.
Seberat apa pun beban hidup.
Kalau kita bekerjasama akan jadi ringan.

Cawas, menatap senja…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here