Selamat Natal Ayahku

0
147 views
Ilustrasi: Pohon Natal Layar 2017 di halaman Gereja St. Agustinus Paroki Sungai Raya, Kabupaten Pontianak. Pohon Natal dengan semangat multikultural ini diprakarsai oleh Pastor Joanes Yandhie Buntoro CDD, pastor Paroki St. Agustinus. (Sr. Maria Seba SFIC)

Ibu,
Mengapa setiap menjelang
Natal, selalu muncul
perdebatan boleh dan tak
boleh mengucapkan
Selamat Natal?

Benar, anakku
tetapi, kita jangan ikut-ikutan
kehilangan cinta, walaupun
banyak orang sudah
membuang cintanya pada sesama

Mas, anakku
Di luar sana, di teve
di media sosial, di jalanan
cinta dibuang dan diinjak-injak

Itu dosa, Mas
sebab, kita adalah
buah-buah cinta

Ingatlah, Mas
Dosa adalah sesuatu
yang menimbulkan kebimbangan
dalam hati dan jiwa

Dosa akan membuat dada
terasa sesak dan terus
berdegup sangat kencang
karena keragu-raguan

Mas, anakku
dosa akan menjauhkan
kita dari cinta
bahkan, kita kehilangan cinta

Anakku,
Ibu hanya akan berpesan
mintalah petunjuk
pada hati dan jiwamu

Kebajikan adalah sesuatu
yang luhur, dan hatimu
akan tenang
melakukannya

Mas,
Biarlah hatimu, nuranimu
menuntun langkahmu
ke jalan kebajikan
Di dalam kebajikan itu
Allah ada dan berada

Anakku, biarlah ketentraman dan
kedamaian selalu tinggal
di rumah kita

Mas, anakku
mari kita rawat
mawar-mawar Natal yang
telah bertahun-tahun
tumbuh di rumah kita
agar tetap mekar dan
menebarkan harum mewangi

Anakku,
Mari kita menjadi rebana
dan puji-pujian
Mengiringi perayaan Natal ayah
agar meriah dan penuh berkah.

Selamat Natal, Ayahku…..

Cinere, 20 Desember 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here