Lentera Keluarga – Bersyukur atas Keluarga

0
608 views
Keluarga Kudus dari Nazareth. (Ist)

Tahun C-1 – Pesta Keluarga Kudus
Minggu, 30 Desember 2018.
Bacaan:   : 1Sam 1:20-22.24-28; Mzm 84:2-3.5-6.9-10; 1Yoh 3:1-2.21-24; Luk 2:41-52

Renungan

KELUARGA dipilh Allah sebagai tempat hadir dan bertumbuhNya pribadi-pribadi besar. Dan yang luar biasa lagi adalah bahwa tidak semua keluarga yang dipilih Allah adalah keluarga yang ideal. yang baik-baik saja sejak dari awal;  tetapi keluarga yang diwarnai dengan kerapuhan, kelemahan, dan pergumulan hidup. Beberapa tokoh KS lahir dan besar dalam situasi yang tidak ideal: Musa, Samuel, Yusuf, Hosea, Ruth , Daud,dll. Tetapi mereka bertumbuh menjadi pribadi yang luar biasa di hadapan Allah karena mereka berpegang kuat pada rencana Allah mengatasi diri mereka sendiri. Yesuspun bukan hadir. besar dalam keluarga yang “normal”. Perjalanan kisah awal perkawinan Yusuf dan Maria diwarnai dengan gejolak dan bahwa setelah itupun mereka harus mengalami tantangan yang berat. Yesuspun akan menemukan relasi orang tuanya yang “tidak wajar”. Namun Allah mempercayakan kepada keluarga-kelaurga yang tidak ideal ini sebagai tempat bertumbuhnya pribadi-pribadi yang luar biasa. Yusuf dan Maria dalam keterbatasan mereka mendidik Yesus sekuat dan semampu mereka walaupun kadang mereka tidak paham dalam mendampingiNya. Namun mereka, walaupun masih sangat muda,  mempunyai karakter luar biasa baik, tangguh dan setia mencari cahaya kehendak Allah. Dan hasil teladan hidup dan didikan mereka nampak dalam hidup Yesus yang kita baca dalam Injil: luar biasa.

Beberapa dari kita sakit hati dan mengalami luka batin ketika kita menengok sejarah hidup kita, orang tua kita, keluarga kita, yang diwarnai dengan kerapuhan, ketidaknyamanan dan  pergumulan hidup yang berat. Benar bahwa dari keluarga yang baik akan muncul pribadi-pribadi yang baik; tetapi kembali lagi dari keluarga yang tidak idealpun dapat muncul pribadi-pribadi yang luar biasa; Keluarga adalah titik start hidup kita, tetapi kemenangan hidup kita terletak bukan hanya pada start yang baik, tetapi juga kegigihan kita untuk terus berlari untuk masuk garis finish yaitu panggilan Tuhan atas hidup kita.

Pada Pesta Keluarga Kudus ini, mari kita syukuri keluarga yang tidak ideal yang kita miliki. Keluarga yang telah membentuk dan melatih kita baik dengan keutamaan maupun kelemahannya. Jangan salahkan orang tua kita, situasi keluarga kita ketika kita tidak menjadi seperti yang kita  harapkan; tetapi itu adalah salah kita sendiri karena anda tidak mampu melihat garis finish dan tidak mau berlari. Melihat ke belakang itu perlu tetapi seperlunya saja karena kita harus terus berlari sampai garis finish.

Kontemplasi

Gambarkan bagaimana pribadi Samuel dan pribadi Yesus yang hidup dan bertumbuh dalam situasi keluarga yang “tidak ideal” namun setia kepada kehendak Allah.

Refleksi

Apakah aku masih menyalahkan masa lalu keluargaku dan terbebani olehnya? Apakah aku berani fokus pada pembentukan karakter positif dan tekun melaksanakan rencana  Allah dalam hidupku?

Doa

Ya Bapa, terima kasih atas keluarga yang telah menjadi tempat bagi kami untuk boleh hadir, bertumbuh, dewasa sampai sekarang ini. Berkatilah keluarga kami Bapa supaya setiap pribadi boleh bertumbuh dalam karakter positif dan tekun setia mencari dan melaksanakan kehendakMu.

Perutusan

Kenangkan pengalaman-pengalaman keluarga yang membuat anda bertumbuh dewasa dan berdoalah bagi mereka.

https://www.youtube.com/watch?v=K8_egxCy6L8

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here