Perahu Retak

0
973 views

PERAHU RETAK
Wahai bangsaku, hari ini kita mau mengenang peristiwa sejarah di Negara kita.
Negara kita sudah berumur lansia untuk ukuran manusia. Lansia bukan berarti lemah, tetapi bijaksana.
70 tahun bukanlah waktunya yang singkat untuk dijalani.
Ada sekian banyak darah dan nyawa dikorbankan demi sebuah kemerdekaan bangsa.
Apakah kita bangga untuk kemerdekaan itu???
Seharusnya, kita masih bangga akan bangsa kita, meski kita tetap saja terjajah.
Lagu Kolam Susu karya Band Legendaris Koes Plus telah berubah lirik.
Bukan lautan, tapi kolam lumpur…
Kail dan jala sudah banyak yang nganggur…
Tiada ikan tiada udang kau temui…
Semuanya habis dicuri…
Indonesia…
Kau rumahku…
Kau hidupku…
Kau darahku…
Kau nyawaku…
Sampai kapanpun, aku tetap berjuang demi Indonesia.
Meski kita kecil, tetapi semangat kita mengalahkan mesin buatan Amerika.
Kita adalah Indonesia…
Kita bukan warga asing di Negara sendiri.
Di mana para penjajah datang dari luar negeri maupun dalam negeri.
Mereka adalah penguasa rakus yang hanya mementingkan diri sendiri dan negaranya.
Kita bukan penjajah.
Kita adalah warga Indonesia yang berjuang untuk NKRI.
Saudara-saudariku, kita bukan pahlawan yang berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan.
Namun, kita adalah penerus bangsa yang bertanggungjawab menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Sebagai pelajar, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan prestasi.
Sebagai guru, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan menularkan ilmu setotal dan setulus untuk pelajar.
Sebagai dokter, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang miskin dan tak mampu.
Sebagai petani, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan menanam dan menghasilkan padi terbaik untuk warga.
Sebagai abdi Negara, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan melayani masyarakat dengan ramah.
Sebagai orang beragama, kita bisa mengisi kemerdekaan dengan toleransi dan menjaga kerukunan beragama.
Sebagai warga Negara yang baik, kita menjujung PANCASILA dan UUD 1945 sebagai dasar Negara kita.
Sebagai tokoh agama, kita bisa mengajak, mengajarkan ajaran iman yang baik
Dan sebagai orang beriman, kita semakin memohon dan berserah total kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Saudaraku, Indonesia membutuhkan Orang Indonesia yang bangga dengan bangsa.
Indonesia membutuhkan Orang Indonesia yang bekerja untuk bangsa.
Indonesia membutuhkan Orang Indonesia yang malu jika bangsa dihina.
Indonesia membutuhkan Orang Indonesia yang malu jika korupsi.
Indonesia membutuhkan Orang Indonesia yang malu jika tauran dan konflik.
Kita ingat semangat Sukarno Hatta sebagai wakil rakyat Indonesia berjuang demi bangsa dan rakyat.
Kita bangga dengan tokoh proklamasi kita.
Kini, wakil rakyat kita tidak segagah dan seberani Sukarno dan Mohamad Hatta.
Apakah ini tanda-tanda perahu negeri kita akan retak?
Tugas kita adalah menambal retakan perahu negeri. Agar, perahu negeri kita tidak tenggelam dan mati.
Di mana Pancasila yang adalah Dasar Negara Indonesia?
Apakah Garuda Pancasila telah bergeser menjadi slogan Garuda di dadaku saja.
Garuda kita tidak bisa terbang tinggi lagi, karena sayap-sayapnya telah patah oleh anak bangsa ini.
UUD 1945 telah berubah menjadi Ujung-Ujungnya Duit.
Hukum bisa dibeli. Yang salah bisa benar. Yang benar bisa salah.
Sudah edankah bangsa ini?
Nyanyian rakyat Indonesia terlantun dalam doa dan harapan.
Semoga bangsa ini menjadi bangsa yang menghormati keragaman agama dan budaya.
Bukan bangsa Indonesia yang mengatasnamakan kelompok mayoritas.
Semoga toleransi masih mudah dicapai.
Bukan semakin mahalnya persaudaraan.
Tuhan, kita masih punya harapan besar akan Bangsa Indonesia yang damai dan bangsa yang besar.
Merah Putih berkibar sebagai symbol kita yang mempunyai darah pemberani untuk melawan kebenaran dan tulang suci untuk berdiri tegak di Negara sendiri.
Ibu pertiwi, janganlah engkau menangis.
Kita akan menyingsingkan lengan baju untuk membela ibu.
Kita akan bekerja keras agar ibu tidak perlu mengemis ke Negara tetangga.
Kita akan bergandengan tangan, demi anak-anak ibu dari Sabang sampai Merauke.
Kita ingin Merdeka untuk Merdeka demi Indonesia.
Kita beri hormat sehormat-hormatnya kepada Sang Saka Merah Putih.
Agar ia dengan gagah dan berwibawa berkibar di angkasa bersama kebasan sayap Garuda Indonesia.
feel free untuk menjaga perahu negeri,agar tidak retak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here